Belum Miliki Kartu Tani Tebus Secara Manual

Pupuk tebus
REMBANG-cbfmrembang.com, Para petani tetap bisa menebus pupuk di pengecer meskipun mereka belum mengantongi kartu tani. Namun, petani harus menunjukkan foto copy daftar rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) sebagai bukti kalau namanya tercantum sehingga berhak mendapat pupuk bersubsidi.

Kasi Pupuk dan Alsintan, Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi menjelaskan kartu tani dicetak berdasarkan hasil pendataan Sistem Informasi Pertanian Indonesia (Sinpi). Semula tercover 68 ribuan nama tetapi kemudian bertambah menjadi 78 ribuan nama.

Diketahui masih ada ribuan nama lagi yang belum termasuk penerima kartu tani sehingga dimungkinkan menjadi masalah krusial dalam penebusan pupuk bersubsidi. Untuk itu Dintanpan mengambil kebijakan bisa menebus secara manual di pengecer hanya saja yang bersangkutan harus membawa foto copy lembar RDKK dan namanya tercantum di dalamnya.

Disinggung alokasi untuk petani yang menebus manual oleh Ika diterangkan kuota per kecamatan dipotong 10% diperuntukkan petani belum memiliki kartu tani. Hal ini sudah disosialisasikan ke distributor pupuk yang selanjutnya diteruskan ke masing-masing pengecer.

Ika yakini mekanisme tebus manual sudah dipahami para pengecer namun dirasa masih perlu adanya sosialisasi lebih lanjut. Rencana dijadwalkan antara akhir Januari atau awal Februari di tiap kecamatan.

Disebutkan Ika  dalam RDKK pupuk bersubsidi tahun 2018 yang diajukan kepada Pemprov Jateng memuat kebutuhan pupuk jenis UREA sebanyak 32956.852 kilogram disetujui 30.600.000 kilogram, SP36 diusulkan 14.371320 kilogram disetujui 5.330.000 kilogram dan ZA 20.537.024 kilogram disetujui 12.500.000 kilogram Kemudian NPK sebanyak 35.368.164 kilogram disetujui 17.500.000 dan Pupuk Organik  diajukan 52.102.466 kilogram disetujui 12.500.000 kilogram. Walau pengajuan belum dipenuhi eratus persen tetapi biasanya jelang akhir tahun akan ada realokasi untuk menutup kekurangannya.

"Untuk Harga Eceran Tertinggi atau HET telah dipatok untuk  semua jenis pupuk bersubsidi dalam kemasan 50 kilogram. Harga beli per kilogram pupuk Urea seribu delapan ratus rupiah, SP36 dua ribu rupiah, ZA seribu empat ratus rupiah,  NPK dua ribu tiga ratus rupian dan Organik lima ratus rupiah," tambahnya.( heru Budi s )

Reaksi: 

Berita Terkait

Pertanian 2784040251604625458

Post a Comment

------KLIK SIARAN KAMI------

.

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::