Sertijab Adm Perum Perhutani KPH Mantingan

-- --

Rembang-Adiminstratur (Adm) Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Mantingan Rembang, kemarin diserah terimakan dari pejabat lama kepada penggantinya, di aula kantor setempat.


Adm KPH Mantingan diserah terimakan dari pejabat lama Ir Hendi Satiarto kepada penggantinya Ir Arief Herlambang. Untuk selanjutnya Hendi memegang jabatan Adm KPH Pati, sedangkan Arief sebelumya berdinas di Perum Perhutani Unit 2 Jawa Timur sebagai Manajer Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Mojokerto.


Adm KPH Mantingan Arief Herlambang didampingi Kasi Humas Ismartoyo menyebutkan, sebagai pejabat baru, pihaknya tengah mengadakan observasi internal. Khususnya situasi dan kondisi serta sistem kinerja baik program maupun gugus kerja di KPH Mantingan.


Institut Tekhnologi Bandung (ITB) tahun 1990 kelahiran Kabupaten Pati selanjutnya menyampaikan, setelah mengerti dan memahami seluk-beluk tempat tugas baru, termasuk wliayah hutan dalam wilayah KPH Mantingan, maka pihaknya baru bisa membuat perencanaan program kerja untuk diterapkan. Sementara ini masih meneruskan agenda Adm lama, terutama menyelesaikan jadwal tebangan produksi kayu tahun 2010 yang sedang berlangsung.


Dari laporan yang diterima termasuk produksi pohon/kayu tahun 2010, diketahui telah menyelesaikan kegiatan tebangan sekira 48% dari total luas wilayah. Dari perencanaan 35,9 hektar baru dicapai 17,2 hektar, meliputi dua jenis pohon, yakni jati dan rimba.


Untuk volume jenis pohon jati direncanakan sejumlah 4.300 meter kubik, dicapai 2.442 meter kubik atau sekira 58%. Sedangkan pohon rimba dari perencanaan volume 165 meter kubik, telah ditebang sebanyak 138 meter kubik atau sekira 84%.


Saat disinggung kerugian yang dialami KPH Mantingan menjelang pertengahan tahun ini, dijelaskan bahwa angkanya cukup tinggi, meliputi dua sebab, yaitu bencana alam dan pencurian. Data per bulan April kemarin kerugian akibat bencana seluas 215 hektar dengan kerugian mencapai Rp 106 juta lebih dan pencurian di lahan 27,296 hektar, kerugian Rp 79 juta lebih.


Arief Herlambang menambahkan, dari kerugian bentuk pencurian sampai dengan bulan April kemarin, KPH Mantingan berhasil menyita kembali kayu curian sejumlah 36,221 meter kubik. Sebanyak 10 orang pelaku tertangkap, dimana 6 orang diantaranya telah dan tengah menjalani persidangan.


Sebagai pembanding, pada tahun 2010 angka pencurian turun mencapai 745 pohon, kerugian sekira Rp 152 juta, sementara akibat bencana alam sejumlah 238 pohon tumbang dengan nilai kerugian sekira Rp 316 juta. Dari kasus pencurian kurun waktu tahun 2010, jumlah pelaku sebanyak 14 orang.


Reaksi: 

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::