Memanfaatkan Limbah Plastik Untuk Kerajinan

-- --
Produk kerajinan limbah plastik dipamerkan


Pamotan – Menjadi pensiunan dan seorang ibu rumah tangga tidak menyurutkan semangat dua wanita ini untuk berkreasi. Dari tangan seorang Sudarmi Budi Utomo atau yang kerap disapa Sudarmi ini, sampah plastik bisa disulap menjadi bentuk kerajinan cantik dan bernilai jual tinggi. Dalam geliatnya ini, Sudarmi dibantu oleh salah satu keponakannya, Wiwik Kristianti yang juga seorang ibu rumah tangga.

Dari tangan-tangan trampil ini, limbah plastik seperti bungkus kopi bisa dibuat menjadi beberapa bentuk kerajinan seperti tas, dompet, tempat tissue, hingga tempat botol. Memang menakjubkan, karena kerajinan yang dibuat dari limbah plastik bekas bungkus kopi ini bisa laku terjual dengan harga Rp. 25 ribu hingga Rp. 250 ribu rupiah per item.

Sudarmi Budi Utomo sebagai ketua tim penggerak PKK kelurahan Sidowayah, Rembang saat ditemui di stand pameran yang Ia buka bersama kelompoknya saat acara deklarasi desa ODF baru-baru ini mengatakan, awal mula muncul inspirasi untuk membuat kerajinan ini dimuali saat ia melihat tayangan di televisi yang menyiarkan berita pembuatan tas dari limbah plastik. Karena penasaran, ia mencari buku tutorial pembuatan tas untuk lebih dapat mempelajari dan mendalami cara pembuatan kerajinan dari limbah tersebut.

Setelah belajar bersama dengan keponakannya (Wiwik Kristianti) ia mampu membuat sebuah tas. Dan karena bahan utama adalah limbah plastik, maka ia berinisiatif untuk bekerjasama dengan ibu-ibu PKK di kelurahannya. Ia mengajak ibu-ibu PKK untuk mengumpulkan sampah plastik yang kemudian dikumpulkan dalam bank sampah setiap bulannya, dengan menyertakan catatan jumlah setoran plastik dari masing-masing kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya karena setiap menyetorkan 100 lembar plastik dihargai Rp.2 ribu. 

Dikatakan, usaha yang dimulai dengan mengadakan pelatihan sejak tahun 2012 ini sudah semakin diminati, terbukti dengan keikutsertaan ibu-ibu dalam kelompok kerajinan ini. Sejauh ini pihaknya sudah membentuk dua kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 10 orang.

Namun demikian, kendala juga masih mereka dapati terkait permodalan dan pemasaran. Pemasaran hasil kerajinan ini baru sebatas lingkup wilayahnya saja, belum sampai keluar kota, dan apabila ada kesempatan pihaknya mengikuti dibeberapa acara pameran lokal seperti Rembang expo .

Selain itu, kendala juga terkait tidak semua bahan pembuatan kerajinan bisa didapatkan di Rembang. Pihaknya harus sering-sering pergi ke luar kota untuk mendapatkan bahan tersebut seperti handel, kain dalam tas, dan sebagainya.

Semangat Sudarmi semakin besar karena menurutnya harus ada upaya khusus dalam pelestarian lingkungan ex penanganan limbah plastik, dengan pemanfaatan limbah menjadi kerajinan ini diharapkan limbah plastik dapat berkurang.(ita )

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::