Kawula Muda Diajak Budidaya Jamur Tiram

-- --
Kepala Dinperindakop Munthoha dan kelompok pembudidaya jamur tiram tengah bahas capaian kerja

Liswati mengecek perkembangan jamur tiram yang sedang dibudidayakannya


Rembang-Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang bekerja sama dengan salah satu LSM yang membidangi pengembangan sumber daya manusia memberikan pelatihan budidaya jamur Tiram. Mereka langsung diarahkan  untuk memulai usahadan diharapkan produk yang digeluti 100an orang berusia muda itu makin berkembang dan pihak yang terlibat dalam budidaya menyatu dalam klaster.   

            Kepala Dinperindagkop dan UMKM Rembang  Muntoha disela evaluasi budidaya jamur tiram yang telah berlangsung selama 3 minggu menjelaskan, telah terbentuk 10 kelompok masing-masing beranggotakan 10 orang, digeluti oleh kawula muda yang belum bekerja. Sehingga dengan demikian melalui kegiatan budidaya ini mampu mengurangi angka pengganguran di Rembang.

Muntoha sebutkan bila kapasitas produksi dan kualitas terus meningkat, tentunya Dinperindagkop dan UMKM tak segan-segan menggelontorkan bantuan modal kerja, adapun dalam waktu dekat telah disiapkan program pengembangan mengolah produk jamur tiram menjadi komoditi olahan.

Disinggung pemasaran, Muntoha sebutkan sementara baru sebatas di tingkat lokal namun kedepan akan digenjot agar laku di luar daerah. Bahkan pihaknya telah menetapkan kelompok pembudidaya jamur tiram dan produknya akan ditampilkan menjadi icon instansinya pada ajang Rembang Expo yang akan datang.

Ditambahkan, mengingat usaha baru ini dikembangkan oleh kawula muda maka Dinerindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang menaruh kepedulian lebih berupa secara rutin tiap bulan diadakan pertemuan antar kelompok guna membahas kendala yang tengah dihadapi untuk dicarikan solusinnya. Pihaknya menaruh harapan besar budidaya jamur tiram menumbuhkan animo generasi muda lain yang belum bekerja supaya ikut menggeluti dan tak menutup kemungkinan terwadahi dalam klaster binaan instansinya bersama FEDEP guna memudahkan mencarikan bantuan modal kerja dari pemprov maupun kementerrian terkait. 

Terpisah Liswati koordinator pembudidaya jamur tiram asal RT 3-RW 1 Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori yang dinamakan Kembang Nuri menyebutkan, usaha yang baru digeluti sekira 3 minggu tidaklah begitu rumit dan mempunyai prospek cerah. Pasalnya dalam 3 hari terkahir kala panen justru tidak kebingungan untuk memasarkan karena para pembeli justru yang berdatangan dan kemasan disesuaikan dengan permintaan mereka hanya saja untuk harga jual dipatok sebesar Rp15 ribu per kilogram. 

Sambung Liswati dari kesepuluh kelompok pembudidaya jamur tiram tak akan terjadi persaingan, namun justru saling bersinergi. Sebab diantara kelompok tadi terbagi tugasnya meliputi pembibitan, pengembangan, pengolahan produk dan pemasaran. ( heru )  



Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::