Bandar Togel Belum Tersentuh

-- --
Selama ini hanya pengedar dan pengepul togel yang ditangkap


Rembang-Keberadaan judi toto gelap (togel) jenis Singapura (SGP) dan Hongkong (HK) dengan omzet puluhan juta per hari ternyata bukan isapan jempol belaka. Bahkan, mereka disebut-sebut telah beroperasi sejak dua tahun lalu tetapi  nyaris belum tersentuh oleh aparat.

Menurut sumber terpercaya yang dihimpun CBFM diketahui bila peredaraan judi togel di Rembang dioperatori oleh bandar berinisal CD yang beroperasi di Kelurahan Magersari dimana dia merupakan kaki tangan dari bandar besar berinisal JK warga Grobogan yang disebut-sebut sebagai penguasa togel di wilayah Kabupaten Rembang.

Menurut sumber tadi diketahui jika omzet per hari mencapai sekitar Rp 100 juta jika dua jenis togel SGP dan HK di putar bersamaan, namun jika SGP libur pada hari Selasa dan Jumat omzet turun sekira 40 persen. Sindikat judi tersebut banyak merekrut pengepul di 14 kecamatan yang ada di wilayah Rembang.

Adapun modus operasional jaringan judi ini, mereka kerap berpindah-pindah dengan cara menyewa rumah-rumah warga untuk mengedarkan kupon dan menerima setoran.

Di Rembang lokasi yang pernah dimanfaatkan untuk operasional operator togel diantaranya Kelurahan Magersari, Desa Pasar Banggi, Tireman dan Kabongan Kidul semua di Kecamatan Rembang serta Desa/Kecamatan Pamotan. Sepertinya mereka sengaja gonta-ganti personil dan berpindah-pindah tempat agar tak mudah dilacak.

Terpisah Lurah Magersari, Subekti saat dikonfirmasi soal perdaran toto gelap yang belakangan disebut-sebut beredar dari wilayahnya membenarkan hal tersebut tetapi mengaku belum tahu dengan jelas rumah siapa yang disewa untuk operasional. Rencananya segera mengumpulkan 10 Ketua RT dan 2 RW untuk pembinaan terkait pendataan para pendatang.

            Pasalnya aparatur kelurahan akhir-akhir ini merasa gerah, karena wilayahnya seperti menjelma kawasan sarang kejahatan, terlebih setelah adanya dua kali penangkapan sabu yang ternyata tersangka adalah warga pendatang. Pihaknya merencanakan kewajiban ditujukan semua pendatang agar melaporkan keberadaannya di kantor kelurahan berbekal

surat pengantar dari daerah asal karena belakangan kesadaran pemilik kos untuk melaporkan penguhuninya juga kurang, padahal ini penting sebab sebagai antisipasi kalau terjadi apa-apa. ( heru budi s )


Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::