Bantuan Stimulan 9 Milyar kecamatan Bebas BABS

-- --


 Bupati Rembang H. Abdul Khafidz meninjau langsung kondisi masyarakat desa pamotan yang kiranya masih menggunakan jamban terbuka di sungai

sarasehan kesehatan di balai desa pamotan 
Pamotan-Tahun 2017 Kabupaten Rembang ditergetkan dan dicanangkan  sebagai kabupaten bebas Buang air besar sembarangan (BABS), Karena jika tidak segera di percepat dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan. Hal tersebut disampaikan Bupati rembang H Abdul Hafidz pada kegiatan sarasehan kesehatan di  balai desa Pamotan kemarin.

H. Abdul Hafidz mengatakan dampak yang di timbulkan dari perilaku BABS ini sangat merugikan kesehatan terutama bagi anak kecil, menurut data dari WHO dan UNICEF bayi yang meninggal karena terjangkit penyakit dari ingkungan yang kurang bersih sebanyak 370 anak setiap tahun. 

Sedangkan perilaku warga di Indonesia yang masih BABS di indonesia  masih tinggi  berkisar 55 juta. Bila tahun 2017 ada kecamatan di Kabupaten Rembang bisa mendeklarasikan bebas BABS Bupati akan memberi Reward  sebesar 5 milyar bagi semua Desa dan Camat yang sudah mendeklarasikan sebagai Kecamatan bebas BABS. Di tambah dari APBD Perubahan sebesar 4 milyar sehingga totalnya 9 milyar,  Bantuan  ini sebagai stimulan bagi desa-desa yang sudah mendeklarasikan stop BABS.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali sofii  mengatakan,  sampai saat ini telah tercapai sebanyak 91 desa / Kelurahan di Rembang yang mendeklarasikan sebagai desa ODF. dengaran rincian, pada tahun 2011 sebanyak 2 desa, tahun 2012 sebanyak 3 desa, tahun 2013 sebanyak 11 desa.

Pada tahun 2015 sebanyak 50 desa dan dalam 2016 ini dinas kesehatan akan memperbanyak target desa yg bebas buang air besar sembarangan sebanyak 118 desa. Sedangkan  untuk sisanya sebanyak 85 desa akan di tuntaskan di tahun 2017, sehingga pada tahun 2017 Rembang akan mendeklarasikan sebagai kabupaten ODF yang kedua di jawa tengah setelah Kabupaten Grobokan.

Ali Sofii mengungkapkan, dari  91 desa yang mendeklarasikan sebagai desa ODF di Kabupaten Rembang, data akses terhadap jamban yang sehat sudah mencapai sekitar 86 persen. Sedangkan untuk Pamotan sebanyak 88,98 persen. melihat dari data jumlah desa di kecamatan pamotan yang belum ODF sebanyak 8 desa dari 23 desa, di harapkan di tahun 2016 Kecamatan Pamotan bisa mendeklarasikan desa ODF pertama di Kabupaten Rembang. 

Sementara itu Camat Pamotan  M Wiyoto  mengatakan semua Kepala Desa harus bekerja keras untuk melancarkan program deklrarasi ODF Kecamatan Pamotan pada tahun 2016 mengingat kecamatan pamotan hanya tinggal 8 desa yang belum mendeklarasikan. 

Disadarinya  untuk tercapainya deklarasi di desa Pamotan ini membutuhkan kerja keras mengingat jumlah Rt nya ada sebanyak 42, dengan jumlah warga sebesar 10 ribu jiwa dan di aliri dua sungai, sehingga membuat masyarakat akan dengan mudah melakukan BAB di sepanjang aliran sungai. 

Usai kegiatan Bupati Abdul Hafidz  meninjau langsung jamban - jamban terbuka yang ada di bantaran sungai yang di gunakan warga untuk buang air besar, Bupati langsung menginstruksikan kepala desa pamotan untuk segera membangun WC umum di beberapa titik supaya masyarakat Pamotan terutama Desa Tajen dan Palan bisa mengakses wc umum tersebut dengan mudah. Hingga saat ini tercatat sebanyak 200 kk yang belum mempunyai jamban di desa Pamotan. ( prasetyo budi wibowo )
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::