Produk Batik Lasem Masih Jadi Pilihan

-- --


Hawin Wilopo salah seorang perajin batik sedang menyiapkam motif unggulan yang dipamerkan dalam ajang inacraft 2016

          lasem - Pemkab Rembang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Dinperindagkop dan UMKM) memfasiltasi 3 pengrajin batik ikut andil dalam ajang Inacraft tahun ini. Adapun pilihan terhadap Batik Lasem yang ditampilkan karena selain menjadi icon Kabupaten Rembang juga akan ditunjukkan upaya pengrajin batik dari wilayah setempat menjaga kualitas dan inovasi yang telah dilakukan dalam menyikapi berlakunya pasar bebas ASEAN.

            Kepala Bidang Perindustrian Arifin mengatakan, produk kerajinan memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan menjadi salah satu penyumbang devisa ekspor non migas. Hal tersebut membuktikan bahwa produk kerajinan tetap memiliki daya tarik besar terhadap konsumen dalam maupun luar negeri.

            Arifin sampaikan, seiring bergulirnya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 membawa suatu peluang sekaligus tantangan bagi perekonomian negara anggota ASEAN yang mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing wilayah yang akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi tiap negara.

Untuk menghadapi era pasar bebas se-Asia Tenggara itu, dunia usaha tentu harus mengambil langkah-langkah strategis agar dapat menghadapi persaingan dengan negara ASEAN lainnya, tak terkecuali sektor kerajinan (handicraft), para perajin, produsen, pengusaha kerajinan dan UMKM diharapkan mampu mengantisipasinya dalam memasarkan produk produk kerajinan unggulan Indonesia dengan melakukan beberapa peningkatan dalam hal kualitas pelaku usaha, efisiensi produksi dan manajemen usaha, penciptaan iklim usaha yang kondusif, serta peningkatan daya serap pasar produk lokal.

Untuk itulah pihaknya memfasilitasi 3 perajin Batik Lasem yaitu Hawien, Henry dan Murwati ikut tampil pada Inacraft tahun ini yang memfokuskan kepada strategi pengrajin dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. Sewa stand senilai Rp21 juta pada ajang pameran dan promosi selama 5 hari mulai 20 hingga 24 April di Jakarta Convention Center ditanggung oleh Pemkab Rembang melalui instansinya.

            Terpisan Hawien Wilopo pemilik usaha batik merk Gunung Kendil mengatakan siap tampil bersama dua rekan perajin lainnya di ajang Inacraft tahun ini. Terpilihnya tiga nama peserta sendiri merupakan hasil undian diantara perajin batik yang belum pernah ikut memamerkan karyanya dan memang sudah seharusnya bergulir diantara mereka.

            Win sapaan akrabnya disela persiapan menjelaskan dia pribadi mengusung 2.500an lembar kain batik dengan motif beraneka ragam,  mengutamakan corak laseman dan memperkenalkan motif modern kontemporer desainya. Sembari disebutkan tidak semua orang memiliki bakat mengolah benda yang elok dilihat sekaligus fungsional, seperti halnya atas kerajinan sebagai sebuah hasil karya, adalah hal yang lumrah jika para pengrajin ingin menunjukkan eksistensinya. 

Ditambahkan, eksistensi dapat berupa pengakuan atas keindahan karya yang dibuat maupun pengakuan atas kecemerlangan ide dan inovasi desainnya dimana jika mereka hanya bergerak di lingkungan regionalnya saja maka branding diri dan karyanya juga tidak bertambah luas. Keinginan tersebut harus didukung dengan usaha yang gencar dilakukan, salah satunya dengan mempromosikan dari mulut ke mulut maupun lewat media lainnya, seperti pameran, bazaar, atau media sosial. (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::