TP PKK Gandeng Dinas Kesehatan Buka Layanan IVA

-- --


Dr Toni SPOG sebut pola hidup tak sehat akibat kemiskinan pencetus terbesar kanker serviks

Ketua I TP Penggerak PKK Kab Rembang Ny Vivit Andriyanto siap gandeng Dinas Kesehatan membuka layanan IVA di seluruh puskesmas

`           Rembang-Bukan tanpa alasan Tim Penggerak Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)  Kabupaten Rembang mengadakan pengobatan gratis dalam rangkaian peringatan hari kesatuan gerak (PKK) ke 44 tahun ini. Kegiatan ditujukan guna melakukan uji deteksi dini kanker leher rahim/serviks yang diketahui terbesar menjangkiti perempuan di Indonesia.

Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang yang juga istri Wakil Bupati Ny Vivit Andriyanto menyebutkan berdasar informasi dari Dinas Kesehatan  khususnya di Kecamatan Kragan penderita kanker serviks berada diposisi tertinggi. Oleh karena itu sejak tahun ini  dicanangkan langkah pencegahan agar jumlah penderita terus menurun.

Pihaknya segera membuat MoU dengan Dinas Kesehatan dalam merealisasikan program pencegahan kanker serviks yaitu tiap pusksesmas nantinya tersedia klinik khusus mengampu masyarakat yang ingin melakukan deteksi dini. Bermetode inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) seperti yang diadakan pada Minggu (20/3) di lingkup kantor Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang, menghadirkan pakar yang mengenalkan metode tersebut yakni Dr Toni SPOG.

Ditambahkan, IVA merupakan pemeriksaan skrining alternativ dari pap smear karena biayanya murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi. Sehingga bila makin cepat tersedia di seluruh tempat layanan kesehatan masyarakat di wilayah Rembang tentu keinginan menekan laju penderita kanker serviks bukan mustahil terwujud.

Dr Toni penggelora pemeriksaan metode IVA memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang yang peduli dengan kaum perempuan di wilayahnya melalui bakti sosial pengobatan gratis deteksi dini kanker serviks. Metode IVA menurutnya mulai dikenalkan awal tahun 2000 setelah diketahui disebabkan oleh kutil dimana pengaruh terbesarnya adalah dari pola hidup tidak sehat didasari hidup pra sejahtera dan terbanyak diderita perempuan dari wilayah Asia Tenggara.

Disebutkan, meotde IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan pemberian asam asetat. Setelah dilihat posisinya, leher rahim dipulas dengan asam asetat 3-5%, selama 1 menit dan hasilnya langsung saat itu juga dapat disimpulkan Normal (Negatif), atau Positif ada lesi pra-kanker.

Ditambahkan, deteksi dini ini tidak harus dilakukan oleh dokter melainkan bisa dipraktikkan oleh tenaga terlatih seperti bidan di puskesmas. Data rumah sakit sentral Indonesia terdapat 15.000 pasien baru kanker leher rahim setiap tahunnya dan 8.000 diantaranya meninggal, secara statistik, hampir setiap 1 jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker leher rahim. (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::