Bupati Rembang pantau pelaksanaan UNAS

-- --


Bupati Rembang H. Abdul Hafidz sedang memantau siswa yang sedang melaksanakan UNBK di SMK Umarfatah 

Bupati Rembang sedang bertanya mengenai tanggapan UNBK kepada salah satu siswi di SMK Avicena

            Lasem – Bupati Rembang H. Abdul Hafidz Bersama jajaran dinas pendidikan pagi tadi (04/3) memantau pelaksaaan Ujian Nasional Akhir Sekolah ( UNAS )  SMA sederajat  dan  berbasis komputer ( UNBK ) di sejumlah sekolah di kecamatan lasem. dalam kunjunganya beliau menginstruksikan supaya sekolah mempersiapkan dengan matang pelaksanaan UNAS pada tahun ini.

            Bupati Rembang H. Abdul Hafidz saat memantau di SMK Avicena lasem  berharap  pelaksanaan UNBK di kabupaten Rembang kedepan bisa meningkat. Namun untuk pelaksanaanya pihaknya tidak memaksa sekolah untuk melakukan ujian sekolah berbasis komputer, semua diharapkan mengalir sesuai dengan kemampuan masing-masing sekolah. Karena jika di paksakan pasti ada efek negatifnya, mengingat pelaksanaa UNBK ini harus di persiapkan begitu matang, baik mental siswa dan sarana pendukungnya. 

            Sejumlah sekolah di kabupaten rembang yang menyatakan siap mengikuti UNBK tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni dari   2 sekolah UNBK sekarang ada 8 sekolah.
.
       Seperti  SMK NU Lasem dan SMK Avicena lasem yang baru pertama kali ini melaksanakan UNBK, pihak sekolah  sudah mempersiapkan dengan matang, semua kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadipun sudah di back up supaya tidak mengganggu jalanya UNBK pada tahun ini.

            Hal tersebut di ungkapkan kepala sekolah SMK NU Lasem Arif Dimyati, beliau mengatakan UNBK ini baru pertama di laksanakan di sekolahnya, pihaknya berharap  UNBK untuk tahun ini bisa berjalan dengan lancar, Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi listrik padam pihaks ekolah sudah mempersiapkan Gansed untuk menyupali daya listrik pada komputer, sehingga UNBK masih bisa terlaksana walau listrik padam.  

            Sementara itu salah satu siswa di SMK NU Lasem yenik setiani mengatakan pihaknya lebih mudah dalam mengerjakan ujian dengan UNBK karena tidak perlu menggunakan lembar jawaban. Untuk mempersiapkan ujian ini pihaknya sudah sering latihan atau try out sebanyak 4 kali. Sementara hal yang paling di takutkan adalah bila listrik padam dan ada jawaban yang tidak sengaja tertekan enter. 

Sebelumnya sebagai  antisipasi listrik tak mengalami gangguan sewaktu UNBK berlangsung pihak PLN Rembang telah melakukan perawatan jaringan dari hal-hal yang mungkin menyebabkan munculnya gangguan pasokan ke sekolah-sekolah yang melaksanakan ujian sistem online. Diantaranya meneliti tabung-tabung trafo dan melakukan rabas ranting pohon menempel kabel listrik yang setiap saat rentan terjadi korsleting. (Prasetyo Budi wibowo)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::