Daya Tarik Hutan Mangrove Pasar Banggi Perlu Ditambah

-- --

Setelah ditambah aneka satwa diharapkan hutan mangrove Desa Pasar Banggi signifikan beri kotribusi bagi PAD dari sektor pariwisata

Rembang - Rindangnya hutan mangrove dan suasana pesisir di Desa Pasar Banggi Kecamatan Rembang mampu tumbuh sebagai tempat wisata alternatif dan sampai kini hampir setiap hari didatangi wisatawan lokal. Untuk menambah daya tarik kunjungan pelancong, Pemkab Rembang dalam waktu dekat segera melengkapinya dengan aneka satwa.

Hal tersebut disampaikan Wabup Bayu Andriyanto dalam agenda temu blogger kemarin di rumah kopi Balkon Id. Menurutnya salah satu satwa yang akan dilepas untuk menghiasi hutan mangrove adalah kera dalam jumlah banyak dan untuk itu SKPD terkait telah diinstruksikan untuk melakukan pengkajian biaya yang dibutuhkan.

Wabup Andriyanto tegaskan seiring kebijakan Bupati Abdul Hafidz dan dirinya mengusung pariwisata menjadi sektor unggulan maka semua potensi di bidang tersebut perlu dioptimalkan, termasuk keberadaan hutan mangrove di Desa Pasar Banggi. Untuk makanan satwa sendiri disebutnya jika pelancong banyak yang datang lantaran tertarik makasecara pasti saat kembali berwisata akan membawa bekal makanan lebih untuk diberikan satwa-satwa yang dijumpainya.

Ditambahkan memang perlu perencanaan secara komperhensif guna menata potensi wisata yang ada di wilayah setempat dan konsep disesuaikan karakteristik yang melekat pada masing-masing tempat berlibur tersebut. Tak lupa tempat terbuka publik juga akan ditambah sarana dan prasarana hiburan sehingga membuat warga setempat betah, dicontohkan alun-alun segera dilengkapi wifi sehingga memudahkan warga mengakses internet di lokasi tersebut.

Rencana penataan hutan mangrove Desa Pasar Banggi sangat didukung Suyadi warga desa setempat yang dijuluki ‘profesor mangrove’ yang juga tokoh pelestari lingkungan, dia berharap ketika nanti aneka satwa dilepas maka jangan sampai ada perburuan liar sebab akan percuma saja. Seperti halnya yang terjadi beberapa tahun silam hal tersebut marak sehingga menyebabkan burung blekok, burung hantu, elang laut dan biawak kini populasi species tersebut jarang dijumpai.


Lanjut Suyadi sebenarnya di kawasan hutan mangrove telah ditempel papan peringatan bertuliskan larangan berburu nNamun tidak diacuhkan sama sekali. Dampaknya keberadaan populasi hewan langka di tempat tersebut berkurang drastis bahkan cenderung punah.

             Tekad Bupati Abdul Hafidz dan Wabup Bayu Andriyanto membidik wahana-wahana berlibur sebagai sektor unggulan sepertinya juga berdasarkan pendapatan daerah tahun 2015 menembus Rp1,4 triliun, sedangkan belanja daerah sebesar Rp1,2 triliun. Kondisi keuangan daerah cukup mepet, sehingga perlu diimbangi dengan membuka kran investasi dari sektor pariwisata. (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::