Diperlakukan Tak Adil Pertanyakan Perbedaan Perlakuan

-- --
Eks pendamping PNPM MD asal Rembang dan Blora berangkat ke jakarta


Rembang-Personel eks pendamping Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MD) merasa beruntung ketika secara otomatis masih bekerja dengan dilimpahkannnya mereka sebagai pendamping desa sejak masa tugas resminya berakhir. Namun lantaran dibedakan dalam menjalankan tugas barunya dibanding tenaga lain yang direkrut lewat seleksi, memaksa mereka berangkat ke Jakarta  bertemu Presiden Jokowi atau Menteri terkait guna mendapat kepastian alasan mengapa diperlakukan tak sama.  

            Koordinator pendamping desa eks pendamping PNPM-MD Kabupaten Rembang Istayanto warga Desa Ngotet Kecamatan Rembang menjelaskan, kegiatan mereka ke Jakarta merupakan agenda nasional diikuti rekan lain sesama eks pendamping PNPM. Rombongan dari Rembang bergabung dengan Blora, masing-masing terdiri 13 dan 15 orang.

Istayanto jelaskan eks pendamping PNPM-MD berakhir per Desember tahun 2015 seiring berakhirnya program nasional tersebut, kemudian per Januari tahun ini dilimpahkan sebagai pendamping desa dengan masa kerja tiga bulan yang diperpanjang dua bulan lagi atau berakhir Mei mendatang. Namun personel lain hasil rekrutmen lewat seleksi bekerja penuh 12 bulan hingga Desember, oleh karena itu Israyanto dan rekan lain yang merasa diperlakukan beda bermaksud pergi ke Jakarta hendak menuntut mendapat perlakuan sama. 

Istayanto sebutkan jumlah peronel desa per kecamatan diisi 3 orang dan untuk Kabupaten Rembang terdiri seorang dari eks pendamping PNPM-MD sedangkan dua lain hasil seleksi, namun ada kalanya proporsi berbalik di wilayah lain. 

Ditegaskan jika selama melakukan pendampingan selama ini justru eks pendamping PNPM-MD lebih berperan, mulai menyusun RPJMDes, APBDDes dan perencanaan kerja lain sampai mengajarkan membuat SPJ maupun LPJ, sehingga ingin tetap dipertahankan. 

            Disinggung biaya berangkat ke Jakarta, Istayanto sebutkan  murni swadaya secara gorong royong sebesar Rp400 ribu per orang untuk sewa 1 bus dan biaya akomodasi, dimana mereka rela merogoh kantong pribadi demi keinginan memperjuangkan haknya. Sebisa mungkin diperjanjang masa kerjanya sampai akhir tahun seperti personel lain hasil rekrutmen melalui seleksi.   ( heru budi s )


Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::