Kapal Cantrang Libur Melaut Berdampak Anjloknya Retribusi Raman

-- --
kapal cantrang libur melaut berdampak signifikan mengurangi nilai raman

Rembang-Berkurangnya besaran retribusi pada perda baru menjadikan pendapatan dari sektor perikanan menyusut. Ditambah dengan libur melautnya kapal cantrang dipastikan berdampak makin mengurangi PAD yang disetor Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Rembang.  

Beralihnya pengelolaan yang diatur dalam TPI dari Perda nomor 4 tahun 2009 ke Perda nomor 8 tahun 2014 membuat retribusi yang dipungut dari nilai raman berkurang dalam jumlah lumayan besar, semula 3,5 persen turun menjadi 2,85 persen. Penurunan secara parsial terjadi di 10 TPI di wilayah Rembang  sejak bergulirnya regulasi baru tersebut.

Kepala Unit Pelayanan Tekhnis Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Perikanan (UPT PPUP) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Sahroni menjelaskan perubahan perda nomor 4 tahun 2009 menjadi perda 8 tahun 2014, berdampak mengurangi retribusi rahun lalu yang wajib disetor ke Dinkanlut selanjutnya diteruskan ke kasda. Dalam hitungannya menyusut sekira Rp2,4 miliar atau  17 persen dari perbandingan tahun 2014 dan tahun kemarin.  

Lanjut Sahroni beruntung di tahun 2015 harga ikan sedikit melambung karena pasar sangat butuh tetapi pasar kurang stok sehingga meski produksi berkurang tetapi nilai raman justru bertambah. Disebutkan  tahun 2014 total hasil tangkapan terdata sebanyak sekira 61 ribu ton lebih dengan nilai raman berkisar Rp398 miliar dan pungutan retribusi sekira Rp13,9 miliar, sedangkan tahun lalu produksi ikan  juga pada kisaran 61 ribu ton terjual Rp406 miliar lebih dan retrbusi yang disetor sekira Rp11,5 miliar.

Disinggung dampak liburnya kapal cantrang melaut karena terganjal Permen nomor 2 tahun 2014 ditegaskan oleh Sahroni tentu berpengaruh besar, sebab selama ini memberi kontribusi sekira 30 persen dari hasil tangkapan ikan selama setahun. Sehingga retribusi untuk tahun ini diprediksi menurun dari tahun lalu, namun hal ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Rembanng saja melainkan kabupaten/kota lain yang terdapat kapal cantrang.  

Ditambahkan, hambatan yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan tidak stabil adalah anomali cuaca dan terjadinya penjualan ikan diluar dermaga. Sedangkan retribusi untuk pemda maupun yang dipungut KUD dipengaruhi adanya kekurangan pembayaran lelang ikan (KPLI) oleh para bakul yang belum membayar lunas transaksi pembelian ikan. ( heru budi s )

Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::