Masruroh Pasrah Hartanya Dieksekusi

-- --



        
 Barang Masruroh dikeluarkan dari rumah

          Rembang-Pengadilan Negeri Rembang dibantu oleh instansi terkait dan dijaga ketat oleh aparatur keamanan akhirnya mengeksekusi rumah dan tanah milik Masruroh pada hari Selasa pagi (12/04). Eksekusi yang berlangsung 2,5 jam berjalan lancar, Sebelumnya Barang-barang milik Masruroh  dikeluarkan dan dititipkan di salah satu kediaman kerabatnya.

Juru sita Pengadilan Rembang Dwi Jatmiko saat melakukan eksekusi mendapat pengamanan dari jajaran polres dan koramil setempat, Disaksikan Kades Manggar  Mahmut,

.Kegiatan diawali dengan pembacaan putusan eksekusi dari PN Rembang oleh Dwi Jatmiko selaku juru sita. Dalam pelaksanaannya sempat dihalangi oleh keluarga Masruroh namun karena didukung aparat keamanan dalam jumlah banyak akhirnya aksi penolakan dapat diredam dan berlanjut penyitaan bangunan dan tanah seluas 8.200 meter persegi yang berlokasi di kawasan Dukuh Pendok  RT 01-RW 01 Desa Manggar Kecamatan Sluke dapat diselesaikan.

Juru sita Pengadilan Rembang Dwi Jatmiko disela eksekusi menjelaskan perkara bermula dari Masruroh pada tahun 2007 mengajukan kredit di Bank Danamon Cabang Pamotan sebesar Rp50 juta dengan jaminan sertifikat tanahnya seluas sekira 8.200 meter persegi. Kemudian yang bersangkutan mengalami kesulitan untuk membayar angsuran dan menunggak hingga beberapa bulan. Hal tersebut dipermasalahkan oleh pihak Bank Danamon dan memutuskan melelang agunan debiturnya tersebut dan hari selasa  dilakukan eksekusi sesuai dengan surat putusan yang diterbitkan PN Rembang.

Sementara Masruroh menjelaskan memang pada tahun  2007 dia mengajukan pinjaman sebesar Rp 50 juta ke Bank Danamon Pamotan, dengan jaminan sertifikat tanah. Dalam perjalanannya kredit mengalami kemacetan dan menjelang jatuh tempo belum juga mampu melunasi pinjaman. Dari tanggungan hutang pihaknya telah mengangsur sebanyak 24 kali dan berdasar iktikad baik mendatangi Bank Danamon untuk melakukan pelunasan hutang sebesar Rp 30 juta tetapi dibayar terlebih dahulu sebanyak Rp20 juta dan dijanjikan secepatnya melunasi akan tetapi ditolak. 

Pasca penolakan dari pihak Bank Danamon Ia tak dihubungi  dan tiba-tiba diterima surat eksekusi dari Pengadilan Negeri Rembang, jika tanah beserta bangunan telah dilelang sepihak oleh Bank Danamon sebesar Rp130 juta yang jatuh pada Agus Cahyana pemilik PO Subur Rembang. 

 Lantaran merasa diperlakukan tidak adil, pada Senin (11/04/2016) dia dan keluarganya mendatangi PN Rembang menuntut agar eksekusi ditunda. namun ternyata tak digubris dan pihak PN, padahal dia sudah mengajukan peninjauan kembali tetapi proses pengurusannya belum usai.  (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::