Pedagang tak keberatan minyak goreng curah dihapus

-- --
Pedagang gorengan lebih memilih minyak goreng kemasan karena lebih higenis


Rembang-Terkait adanya kebijakan dihapusnya minyak goreng curah berganti minyak goreng kemasan, mendapat dukungan para pedagang . Pedagang di sekitar alun-alun Rembang  mengaku, tidak keberatan dengan adanya kebijakan tersebut.

Salah satu pedagang Gorengan Joko  mengatakan, pihaknya lebih memilih minyak kemasan dari pada minyak curah, karena selisih harganya hanya terpaut Cuma 2 Ribu sampai tga ribu rupiah perliter. Salah satu penyebabnya, kualitas yang jauh berbeda namun harga hampir sama menjadi pertimbangan  yang membuatnya memakai minyak kemasan.  Dengan di berlakukannya perpanjangan minyak curah dia juga menyambut baik karena pasti ada pedangang yang banyak menggunakan minyak curah.

            Menurutnya Ia setuju saja  kalau memang pemerintah mau menghapus minyak goreng curah, selama ini juga yang laku di toko  minyak goreng kemasan,dan masyarakat juga semakin sadar akan kesehatan dengan memilih minyak goreng kemasan , demikian pula untuk konsumsi sendiri maupun membeli makanan gorengan   

Terpisah Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Rembang Sugiyanto mengatakan, pemerintah akhirnya menunda kebijakan pelarangan peredaran minyak goreng curah. Dari hasil sosialisasi baru-baru ini di semarang. Penghapusan minyak goreng curah  yang sedianya berlaku per 1 April 2016, akhirnya mundur pada 2017 karena Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang mengaturnya mengalami perubahan.

Dijelaskannya.Pemerintah melalui Menteri Perdagangan menerbitkan Permendag Nomor 09/M-DAG/PER/2/2016 yang merupakan perubahan kedua Permendag Nomor 80/M-DAG/PER/10/2014 tentang Minyak Goreng Wajib Kemasan.

Sesuai dengan Permendag yang baru bahwa produsen, pengemas, pelaku usaha yang memperdagangkan minyak goreng berbahan baku sawit, wajib kemasan, mulai berlaku  1 April 2017. Sedangkan untuk  minyak goreng berbahan baku nabati lainnya seperti kedelai dan jagung, wajib kemasan, per 1 Januari 2018.

`Adapun khusus untuk produsen skala kecil menengah dan atau rumah tangga yang memperdagangkan minyak goreng berbahan baku nabati lainnya, wajib kemasan, mulai 1 Januari 2019.

Adanya perubahan Tersebut lanjut sugiyanto pihaknya secepatnya  akan melakukan sosialisasi terlebih  dahulu  bagi para pemangku kepentingan di pasar. Namun karena ploting anggaran untuk sosialisasi belum dianggarkan di APBD induk, akan diupayakan nantinya diusulkan lewat APBD perubahan ( Bowo )


Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::