Pemerintah Inisiasi Peringatan Hari Buruh

-- --
Ka Dinsosnakertrans Waluto dan kabag Humas Johan nur wicaksono disela persiapan perhelatan hari butuh tahun ini

Rembang-Seluruh SKPD yang melingkupi ketenaga kerjaan bersiap mengadakan peringatan Hari Buruh Intenasional atau biasa dinamakan May Day tiap tanggal 1 Mei. Untuk kali pertama di tanah air perayaan diselenggarakan oleh jajaran pemerintah, termasuk Pemkab Rembang mengacu surat edaran Menaker dan Gubernur Jawa Tengah.

Ditemui disela persiapan perhelatan peringatan May Day, Kepala Dinsosnaketrans setempat Waluyo didampingi Kabag Humas Setda Rembang Johan Nur Wicaksono menjelaskan memang baru kali ini jajaran pemerintah menginisiasi peringatan hari buruh di semua level pemerintahan dengan melibatkan asisosiasi naker dan pengusaha di masing-masing wilayah. Untuk Kabupaten Rembang, pihaknya bekerja sama dengan SPSI dan Apindo setempat dengan agenda yang disiapkan meliputi sarasehan dan bhakti sosial.

            Waluyo ungkapkan maksud Menaker menginstruksikan birokrat menginisiasi kegiatan May Day bertujuan 'nguwongke buruh' adapun di wilayah Rembang diantaranya menggelar sarasehan membahas hak pekerja dalam program BPJS agar mereka paham dan mengerti dengan benar atas hal tersebut. Dijadwalkan digelar pada Sabtu (30/04) dilanjutkan pengobatan gratis dan donor darah melibatkan 200 orang tenaga kerja dan 40 perusahaan. 

Sambung Waluyo bertepatan dengan May Day sendiri pihaknya menekankan agar semua perusahaan dan tenaga kerja memperhatikan keehatan dan keselamaan kerja (K3) untuk dijadikan budaya di tempat kerja. Masalahnya sarana dan prasarana yang penting tersebut maksimal mengurangi dampak ketika terjadi laka kerja yang mengancam keselamatan jiwa dan terpenting santunan harus diberikan mengacu ketentuan yang berlaku sesuai dengan kondisi naker yang mengalami naas.

            Sementara Kabag Humas Johan Nur Wicaksono mengatakan jika tenaga kerja merasa diperlakukaan kurang pantas oleh perusahaan mulai kini diinginkan agar tidak melakukan demo karena justru tidak akan menyelesaikan masalah, lebih baik dilaporkan ke Dinsosnakertrans untuk dicarikan solusi terbaik untuk semua pihak.

Selain itu Pemkab Rembang melalui Dinsosnakertrans juga telah memberikan pelatihan untuk pencari kerja sesuai kemampuan masing-masing sehingga ketika ada investor membuka usaha di wilayah Rembang maka dapat terserap sebagai tenaga kerjanya.

            Terpisah Kabid Hubungan Industri dan Pengawasan Tenaga Kerja Abdul Malik saat disinggung sering terlambatnya perusahaan melaporkan laka kerja yang terjadi selama ini menuturkan sebenarnya tidak seperti itu karena menurut aturan memang ada rentang waktu maksimal 2 x 24 jam harus sudah dilaporkan ke SKPD terkait. Hanya saja seringnya informasi sudah diperoleh media saat peristiwa terjadi dan langsung menanyakan pada Dinsosnaketrans sementara pihak perusahaan sedang berusaha meenuhi tanggung jawbnya.

            Sambung Malik namun demikin pihaknya berterima kasih kepada awak media yang berusaha menanyakan tindak lanjut ketika terjadi laka kerja di salah satu perusahaan, hal itu menujukkan kepdulian terhadap naker yang menjadi korban. Informasi yang disampaikan bahkan acap kali menjadi bekal pihaknya turun ke lapangan untuk mengetahui sejauh mana penanganan yang diberikan termasuk hak-hak naker yang menjadi korban apakah sudah disiapkan oleh perusahaan. ( heru budi s )

Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::