Pemkab akan mengevaluasi perda

-- --
Bupati sampaikan LKPD di Gedung DPRD Rembang 

Rembang-Pemerintah kabupaten Rembang akan mengevaluasi peraturan daerah (perda), peraturan bupati (perbup) dan sejenisnya yang menghambat pembangunan. Hal itu disampaikan oleh Bupati Rembang- H. Abdul Hafidz, saat menyampaikan Laporan Kegiatan Pemerintahan Daerah (LKPD), di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Rembang, baru-baru ini.

Bupati mengatakan pemerintah Kabupaten Rembang akan lebih serius dan teliti dalam mengusulkan perda, perbup dan sejenisnya ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terutama Perda yang mengenai investasi dan pembangunan. Sehingga kedepan, sebelum Perda diusulkan, akan dievaluasi kembali apakah Perda yang diusulkan nantinya bisa meningkatkan pembangunan atau tidak. Kalau Perda yang hanya menghambat proses pembangunan akan kita batalkan

Bupati menjelaskan dirinya mendukung penuh keputusan Presiden Joko Widodo dalam menghapus 3000 Perda yang ada di Kemendagri, yang dianggap menghambat proses pembangunan di daerah.

Pasalnya menurut pengamatan presiden dengan banyaknya aturan berpotensi menghambat perizinan dan investasi di suatu daerah sehingga Indonesia sering ketinggalan dari negara lain.

Dari informasi, perda-perda yang paling banyak dihapus adalah perda perihal perizinan, investasi dan retribusi, mengingat terkait investasi biasanya paling banyak adalah pajak dan retribusi. Selain itu, ada perda yang mengatur alkohol juga dihapus oleh kabupaten/kota. 

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo meminta kepada Kemendagri untuk menghapus 3.000 peraturan daerah (perda) yang dianggap bermasalah. Saat ini, ribuan perda itu masih terus dikaji, termasuk oleh Kementerian Dalam Negeri.( Masudi)


Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::