Desa Karasgede Lasem Maju Lomba DME

-- --

Salah satu juri memanfaatkan momen Lomba DME belajar membatik

Rembang - Pemanfaatan limbah kedelai bahan baku usaha tempe dan tahu di Desa Karasgede Kecamatan Lasem dijadikan energi alternatif bermetode bio gas dinilai oleh Dinas Energi Sumber Daya Mineral setempat layak mengikuti lomba desa mandiri energi (DME) tingkat provinsi. Desa tersebut diajukan ke Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah sebagai peserta dan kemarin dinilai oleh tim juri.

Kepala Bidang Migas dan Energi Dinas ESDM Kabupaten Rembang, Imam Teguh Susatyo menginformasikan pemerintah menggelorakan program penyediaan energi dengan memanfaatkan potensi wilayah setempat baik berbasis bahan bakar nabati (BBN) maupun non-BBN dengan teknologi yang dapat dioperasikan oleh masyarakat. Dimaksudkan  sebagai entry point dalam kegiatan ekonomi pedesaan dengan memanfaatkan teknologi energi baru terbarukan seperti, mikrohidro, angin dan surya sebagai pembangkit energi alternatif yang waktu itu dikenal dengan istilah Desa Energi Terbarukan cikal bakal Desa Mandiri Energi.

Lanjut Imam demikian sapaan akrabnya desa mandiri energi merupakan alternatif pemecahan masalah penyediaan energi sekaligus diharapkan dapat mengurangi tingkat kemiskinan (Pro-Poor), memperkuat ekonomi nasional (Pro-Growth) dan memperbaiki lingkungan melalui pemanfaatan limbah menggunakan metode biogas.

 Terdata beberapa desa telah sukses menjalankan program tersebut dan Karasgede di Kecamatan Lasem merupakan salah satu diantaranya dan keberhasilan itu pantas ditiru oleh desa-desa lainnya.

Menurut Imam, energi yang dihasilkan biogas memanfaatkan limbah kedelai di Desa Karasgede diantaranya digunakan untuk penerangan dan memasak serta unik yakni dimanfaatkan untuk bahan bakar memanaskan malam di sejumlah usaha batik milik warga. Oleh karena itu diajukan mengikuti lomba dan direspon oleh Dinas ESDM Provinsi Jateng, dilakukan penilaian. 

Ditambahkan, keberhasilan program DME tentu berdampak pada penghematan APBN untuk penyediaan energi nasional, artinya, anggaran tersebut dapat dialihkan ke sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan. Sementara kendala yang harus secepatnya diatasi dari pengembangan energi terbarukan adalah minimnya kesadaran masyarakat, masih ada anggapan sebagai sesuatu yang tidak lumrah seperti halnya penggunaan biogas untuk memasak yaitu unsur estetika yang membuat biogas kurang diminati.


Ditegaskan, program DME berbasis biogas sebenarnya bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan energi alternatif di desa dengan memanfaatkan potensi limbah nabati atau non nabati lain yang diadakan secara mandiri. Bahkan seluri atau ampas juga masih memiliki daya guna. dicontohkan di Desa Karasgede dimanfaatkan untuk ternak cacing oleh sebagian warga sehingga dengan demikian menjadi sumber tambahan pendapatan. (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::