Lasem kota budaya ngaji kitab kuning

-- --

Kepala Puskesmas Sumber Esti Nursofiati pada kegiatan penyuluhan kesehatan kepada tokoh agama

Sumber– Kecamatan Lasem merupakan kota budaya ngaji kitab kuning. Karena baik pagi maupun sore pondok pesantren di kecamatan Lasem rutin mengkaji kitab kuning. Sedangkan peserta pengajian adalah masyarakat umum mulai dari orang awam sampai santri pondok pesantren itu sendiri.

Hal itu disampaikan oleh kepala Puskesmas Sumber- Esti Nursofiati, dalam kegiatan penyuluhan kesehatan kepada tokoh agama kecamatan Sumber, di aula kecamatan setempat, baru-baru ini (28/5).

Esti Nursofiati mengatakan ngaji kitab kuning ini menjadi hal yang sangat penting karena mengkaji buku-buku karangan ulama terdahulu yang masyhur (terkenal) yang diterjemahkan dalam bahasa Jawa pegon. Kajiannyapun sangat luas sampai hal-hal terkecil. 

Esti Nursofiati mencontohkan dalam kajian kitab kuning ibu wajib menyusui anaknya sampai 2 tahun, sedangkan di bidang kesehatan setidaknya sampai 6 bulan setelah itu diberi makanan tambahan lain.

Selain itu dalam buang air besar (istinja') tidak boleh sembarangan sama seperti program Open Defecation Free (ODF) di dinas kesehatan kabupaten Rembang yang mencanangkan tahun 2017 kabupaten Rembang bebas buang air besar sembarangan.

Dalam kegiatan penyuluhan itu juga diberikan materi kesehatan ibu dan anak (KIA), gizi, penyakit menular, kesehatan dan lingkungan maupun Islam, kesehatan dan kebersihan dengan pemateri koordinator bidan puskesmas Sumber- Ruminingsih dan wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Rembang- Abdur Rosyad. (Masudi )


Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::