Peduli Sampah, Perpustakaan Lentera Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik

-- --

Peserta Antusias Berlatih Membuat Kerajinan Dari   Sampah


Sampah Platik Diolah Menjadi Bros

Gunem – Sampah merupakan salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Dalam hal ini terutama adalah sampah plastik yang diketahui sulit terurai sehingga keberadaannya mengancam kelestarian tanah. Mengetahui hal itu, anak – anak perpustakaan Lentera yang juga tergabung dalam Forum Anak Desa (FAD) Desa Trembes kecamatan Gunem kemarin mengadakan pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi barang kerajinan tangan. (22/5)

Pelatihan menyulap sampah plastik menjadi bentuk kerajinan tangan ini digelar di balai desa Trembes dengan mendapat dukungan dari beberapa donatur dan mendapat panduan dari komunitas Kresek (Kreasi Sampah, Ekonomi  Kota) dari kudus.

Koordinator acara Andi Khairul Anam mengatakan, sejauh ini kesadaran masyarakat terkait pentingnya membuang sampah pada tempatnya dirasa sangat kurang. Meskipun pemerintah desa setempat sudah menerbitkan perdes terkait hal itu.

Diawali dengan pelatihan ini, para anggota perpus Lentera bekerja sama dengan FAD dan para remaja akan membentuk kelompok dimana setiap kelompok nanti akan dibekali kantong plastik berlabel TPS (Tempat Pembuangan Sampah), kemudian secara rutin mereka akan mengumpulkan sampah plastik tersebut lalu dijual ke tukang rosok. Uang penjualan nanti akan dimanfaatkan untuk pengadaan inventaris perpustakaan seperti buku, rak, dan sebagainya. 

Dikatakan, untuk jangka panjang tidak menutup kemungkinan akan ada kelompok pembuat kerajinan dari sampah plastik sehingga sampah plastik yang telah dikumpulkan akan mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Sementara Adam Faisal, ketua komunitas Kresek mengatakan, dengan mengolah sampah menjadi bentuk kerajinan memang dapat mengangkat nilai ekonomi sampah tersebut. Misalnya saja beberapa produk buatan komunitas kresek seperti tas anyaman sampah plastik yang bisa terjual seharga ratusan ribu rupiah. Harga ini tidak bisa dilihat dari bahan utamanya saja namun yang paling penting adalah ide dan kreatifitas yang terkandung di dalamnya. 


Adam menambahkan, untuk dapat mengumpulkan sampah, pengrajin bisa bekerjasama dengan warung angkringan atau siapapun untuk mengumpulkan sampah plastik. Dengan demikian, volume sampah plastik di lingkungan akan berkurang.(warih puspita arum)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::