Pemkab Siapkan Dana Ratusan Juta Guna Cetak SDM Berkualitas

-- --
Bupati Abdul hafidz dan wabup Bayu Andriyanto bertekad tekan tingkat kemiskinan dan pengangguran

Rembang-Berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MAE) merupakan tantangan tersendiri bagi karyawan agar berusaha meningkatkan skill untuk bisa bersaing dengan pencari kerja dari sesama negara Asia Tenggara yang mungkin menyerbu tanah air. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz pada peringatan Hari Buruh Internasional tahun 2016 di aula Dinas Sosisal, Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada hari Sabtu (30/04/)

Bupati Abdul Hafidz minta sinergisitas tiga elemen meliputi meliputi pemerintah, pengusaha dan pekerja terus berjalan harmonis, karena saling terkait dan membutuhkan satu dan yang lain.

            Sambung Bupati, tiga elemen ditambah dengan organisasi pekerja SPSI maupun wadah bergabungnya pengusaha dalam APINDO hendaknya cermat karena dikhawatirkan akan ketinggalan. Selain MEA kini juga sudah berlaku kunjungan antar 169 negara tak lagi harus mengurus visa, tentu harus diantisipasi sejak dini agar jangan sampai kita menjadi penonton. 

            Pada momen yang sangat penting tersebut Bupati Abdul Hafidz juga mensosialisasikan program kerja selama lima tahun bersama Wabup Bayu Andriyanto memimpin Kabupaten Rembang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

 Untuk infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak pada 2016 ini direncanakan digarap hingga 70 persen dan sisanya dianggarkan pada tahun selanjutnya, belum lagi tingkat kemiskinan Kabupaten Rembang yang menurut Data dari BPS tahun 2014 sebanyak 19,5 persen, prov jateng 13 persen dan nasional 9 persen.

            Menurutnya menjadi pekerjaan rumah cukup berat  dalam RPJMD dicantumkan  11 persen. Pengangguran diupayakan untuk ditekan dengan cara menggandeng rekanan pelatihan tenaga kerja yang menghasilkan SDM berkualitas dan berkompetensi tinggi yang sudah dianggarkan pada tahun 2017 sebesar Rp350 juta.

            Ditambahkan, dari hasil kerja sama dengan lembaga tersebut selama setahun tercatat pada tahun 2014 telah ada usia produktif berusia antara 18-24tahun sebanyak  700an yang disalurkan bekerja, sedangkan tahun lalu mencapai 1.500an yang terserap di dunia industri baik di dalam dan luar negeri.

Hal membanggakan yang didengar langsung ketika beberapa diantara mereka pulang dan bertemu menginformasikan mendapat gaji antara Rp7-9 juta per bulan walau hanya lulusan SMK namun telah dibekali pengetahuan tambahan kompetensi tinggi sehingga muncul menjadi SDM berkualitas dan berdaya saing tinggi. ( heru budi s )


Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::