Pengurusan sertifikasi Halal secara kolektif lebih murah

-- --
Ketua MUI Rembang Zaenudin Ja'far menyarankan pengurusan sertifikasi makanan  halal dilakukan secara kolektif karena lebih murah biayanya

Rembang – Untuk mempermudah dari sisi pembiayaan, mekanisme pengurusan sertifikasi halal oleh pelaku usaha makanan atau jajanan bisa dilakukan secara kolektif atau bersama-sama.

Pasalnya menurut keterangan  ketua MUI Rembang, zainudin ja’far, untuk wilayah rembang  apabila diurus secara mandiri biaya rata-rata pengurusan sertifikat halal sangat besar bisa mencapai Rp 3 juta. biaya tersebut di pergunakan untuk keperluan tim auditor yang melakukan pengecekan proses pengolahan makanan secara menyeluruh.

Menurutnya,  MUI Rembang belum memiliki kewenangan untuk melakukan sertifikasi. Sebab Rembang belum memiliki berbagai alat untuk keperluan sertifikasi halal seperti laboratorium maupun  pemeriksaan kehalalan makanan.sehingga kewenagannya dilimpahkan ke MUI jateng. 

Disebutkan Zaenudin, untuk biaya sertifikasi sudah ada rincianya. Selain jarak, besaran biaya juga tergantung pada jumlah item yang menjadi objek tim audit. Dicontohkan  setiap proses audit sertifikasi halal rata-rata di tangani 5 sampai 6 orang. Mereka dari berabagai ahli dibidangnya, seperti ahli peternakan atau ahli lain yang dibutuhkan.

Pihaknya berharap, semua produsen makanan atau pengelola rumah makan segera melengkapi sertifikasi halal pada usahanya. Hal tersebut merupakan salah satu langkah untuk melindungi konsumen muslim yang banyak terdapat di Rembang. Saat ini  di rembang baru  ada 20 perusahaan atau produsen makanan yang sudah neniliki sertifikasi halal.( Muftiaffandi )

Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::