PPNI Rembang Peringati Hari Perawat Internasional Dan Nasional

-- --

Warga antusias donorkan darah dalam peringatan Hari Perawat Internasional di kawasan alun-alun


Sebagian warga ikut donor darah usai berolah raga di alun-alun


Rembang - Dalam rangka memperingati Hari Perawat Internasional dan Nasional tahun ini, keluarga besar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Rembang kemarin (15/5) mengadakan aksi sosial donor darah di kawasan alun-alun setempat. Hasilnya didapat 87 kantong dan langsung diserahkan ke PMI untuk persediaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Harisa Laraswati salah satu panitia kegiatan menerangkan Hari Perawat Internasional merupakan penghargaan kepaa Florence Nightingale warga Italia kelahiran 12 Mei 1820 yang secara luas dianggap sebagai pendiri keperawatan modern atas jasanya yang tanpa kenal takut mengumpulkan korban perang pada perang Krimea di Rusia. Sekaligus pencetus konsep penjagaan kebersihan rumah sakit dan kiat-kiat juru rawat, berupa penekanan kepada pemerhatian teliti terhadap keperluan pasien dan penyusunan laporan mendetil menggunakan statistik sebagai argumentasi perubahan ke arah yang lebih baik pada bidang keperawatan.

Sedangkan Hari Perawat Nasional lanjutnya, ditetapkan setiap 17 Maret sebagai hari lahir Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada tahun 1974. Hasil permufakatan perawat-perawat yang menginginkan adanya wadah nasional yang nantinya akan menaungi profesi keperawatan itu sendiri.

Terkait tenaga medis perawat sendiri Sekretaris Umum PPNI DPW Jawa Tengah Untung Sujian di sela Musyawarah Daerah PPNI Kabupaten Rembang belum lama ini mengatakan seiring berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tentu perawat juga dituntut untuk dapat bersaing dengan pekerja sama asal negara lain. Pasalnya, perawat dari Filipina, Malaysia, dan Thailand sudah mempersiapkan diri untuk membanjiri Indonesia.


Ditambahkan, dalam menjalankan praktik keperawatan perawat dituntut untuk memiliki Nomor Induk Registrasi Anggota (NIRA) PPNI, Surat Tanda Registrasi (STR) yang diberikan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI), kemudian memiliki Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP) sebagai bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota.. (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::