Rembang menjadi contoh dalam perlindungan terhadap anak

-- --

Bupati Rembang menandatangi sertifikat serah terima  program plan internasional indonesia


Bupati dan Wakil Bupati berfoto bersama plan internasional  indonesia

Rembang-Pemkab Rembang siap melanjutkan dan menguatkan program- program dari Plan Internasional Indonesia setelah selesai masa tugas di Kabupaten Rembang. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Rembang H.Abdul Hafidz saat acara serah terima program Plan Internasional Indonesia kepada Pemkab Rembang di pendopo Museum RA.Kartini,kemarin (19/5).

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan pihaknya sangat berterimaksih terhadap PLAN yang telah berkontribusi terhadap Kabupaten Rembang baik persoalan sosial dan ekonomi di daerah terpencil dan terpinggir. Hal tersebut memberikan dampak yang luar biasa bagi daerah terpencil dan mampu bersaing dengan daerah lain. Penghargaan di tingkat nasional Kota Layak Anak tiga kali berturut-turut juga berkat kerjasama dengan PLAN. Untuk itu pihaknya meminta, meskipun Plan sudah tidak di Rembang namun secara substansi program PLAN tetap mengalir di Rembang.

H. Abdul Hafidz mengatakan perlu aksi untuk melanjutkan program yang selama ini telah di laksanakan PLAN supaya bisa menjamah semua daerah tertinggal di Kabupaten Rembang, terutama kekerasan seksual terhadap anak, dimana saat ini telah menjadi isu nasional akan menjadi salah satu fokus yang nantinya akan di tekan. Untuk saat ini pada tahun 2013 Pemkab sudah memiliki regulasi tentang perlindungan anak sampai ke tingkat desa, dan telah mendapat apreasiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak. 

Salah satu  Isi regulasi perlindungan anak  yaitu memberikan hak hak terhadap anak, kedua jika ada anak yang mengalami kekerasan di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekitar maka akan di tangani oleh Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD).

Sementara itu Deputi Country Direktur PLAN Internasional Indonesia Kabupaten Rembang,Nono Sumarsono mengklaim dalam hal perlindungan anak kabupaten Rembang telah menjadi contoh di tingkat nasional. Rembang menjadi satu-satunya daerah yang memiliki Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD), dan saat ini sedang dalam proses bagaimana mengadopsi menjadi program Nasional yang nantinya akan di terapkan di seluruh Indonesia.

Nono Sumarsono mengatakan kesuksesan program PLAN selama 12 tahun di Rembang tidak lepas dari kerjasama yang baik dari berbagai pihak mulai kementrian dalam negeri,Pemkab Rembang,sekolah hingga kelompok masyarakat desa. Hal tersebut menguatkan bahwa Rembang yang menjadi tempat perjuangan RA Kartini juga mengispirasi terutama untuk anak perempuan yang ada di seluruh Indonesia. ( prasetyo budi wibowo )
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::