Restoran dihimbau memiliki proses sertifikasi halal

-- --
Kepala kakandepag rembang Athoilah mengatakan adanya  perkembangan tehnologi memungkinkan tercampurnya produk halal dan haram yang sulit dilacak masyarakat awam

Rembang—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rembang menghimbau kepada restoran memiliki proses sertifikasi halal, Tujuannya agar konsumen mantap mengkonsumsi hidangan restoran.  Untuk itu MUI meminta bantuan para penyuluh agama Islam non PNS agar melakukan pemantauan terkait jaminan produk halal di Rembang. Mengingat, produk makanan dewasa ini sangat sulit dilacak kehalalannya, karena bersifat instan.

 Hal itu disampaikan ketua I MUI kabupaten Rembang zaenudin dalam acara workshop penyembelihan hewan halal di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Senin (2/5).

 Zaenudin mengatakan, salah satu bentuk jaminan produk halal tersebut adalah himbauan kepada restoran untuk melakukan sertifikasi halal. Tujuannya, konsumen agar mantap mengonsumsi hidangan restoran.

Sertifikasi ini bisa dilakukan melalui MUI daerah, karena berdasarkan UU no 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, sertifikasi produk halal dilakukan bebarengan dengan Badan Pelaksana Jaminan Produk Halal (BPJH). Sementara hingga kini BPJH belum terbentuk, Sehingga sertifikasi halal akan dilakukan oleh MUI.

Hal Senada disampaikan Kepala Kankemenag Kabupaten Rembang, Atho’illah. Menurutnya, banyak produsen makanan yang belum memahami pentingnya sertifikasi halal.Karena  sertifikasi halal ini sangat penting untuk memberikan kemantaban masyarakat atas jaminan produk tersebut.

Atho’illah mengatakan, dampak perkembangan teknologi memungkinkan tercampurnya produk halal dan haram yang sulit dilacak oleh masyarakat awam setelah berbentuk produk jadi. Apalagi ditambah derasnya barang impor dari negara non-muslim yang sebagian besar tidak berlabel halal. Hal ini menjadi suatu permasalahn tersendiri. Oleh karena itu, peran penyuluh agama Islam sangat penting untuk memberikan pemahaman tentang produk halal kepada masyarakat.

Sementara terkait penggunaan Laser dalam penyembelihan hewan ketua MUII Zaenuddin mengatakan, penggunaan laser ini mungkin nantinya akan disikapi oleh ulama terkait boleh atau tidaknya. Yang terpenting, penyembelihan hewan harus dilaksanakan sesuai dengan syari’at Islam, di antaranya membaca basmallah dan tidak ditujukan untuk seseorang.

Terpisah Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Kehutanan, dr. Idham menanggapi bahwa terkait pemotongan hewan dengan memakai laser, selama ini belum pernah dijumpai. Hanya saja, penyembelihan hewan harus menggunakan pisau yang tajam dengan tujuan agar tidak menyakiti hewan.

Data Kementerian Agama Kabupaten Rembang, sebanyak 20 perusahaan produksi makanan, restoran/rumah makan telah melakukan sertifikasi halal.( mufti affandi )


Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::