Separuh Karyawan RSUD Rembang Disiapkan Bersertifikasi K3

-- --

RSUD Rembang siapkan 7 titik kumpul lokasi penempatan evakuasi pasien


Rembang-Gempa bumi yang tiba-tiba melanda wilayah Kabupaten Rembang pada Kamis (19/5/2016) pagi membuat panik warga setempat termasuk para karyawan RSUD DR R Sutrasno sebab disusul terjadinya kebakaran di sejumlah bangunan. Beruntung mereka telah dibekali pengetahuan tanggap bencana sehingga mampu melakukan proses evakuasi dengan cepat secara terkoordinir dan tak ada korban jiwa dalam peristiwa tesebut.

Hal tadi merupakan simulasi penanganan pasien, peralatan dan arsip di RSUD Rembang jika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi dan kebakaran yang bahkan sudah tertuang dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) antisipasi dua bentuk bencana tersebut. Setiap tahun diadakan untuk penyegaran sekaligus memenuhi  proses penilaian rutin atas akreditasi skala nasional yang telah diraih rumah sakit miik Pemkab Rembang.
Nurdin Fahrudi staff divisi pengembangan sarana dan prasarana serta SDM RSUD Rrmbang disela kegiatan menjelaskan selama 4 hari sejak Senin (16/5/2016) seluruh karyawan menerima pelatihan tanggap bencana oleh instruktur dari Universitas Muhammadiyah Yogjakrta (UMY) dan di hari terakhir melaksanakan simulasi. Materi berkisar penanganan bencana gempa dan kebakaran sesuai dengan SOP yang telah dimiliki oleh RSUD Rembang. 

Disinggung alasan dipilihnya mentor dari UMY dijelaskan oleh Nurdin bila perguruan tinggi tersebut adalah termasuk salah satu lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) untuk karyawan perusahaan. Sehingga dengan demikian peserta pelatihan tanggap bencana akan mendapat sertifikat setelah selesai mengikuti kegiatan, adapun sampai tahun ini sendiri setidaknya diharapkan separuh dari total 600 orang karyawan di lingkup RSUD Rembang telah memilikinya. 

            Lanjut Nurdin bila sewaktu-waktu terjadi bencana gempa atau kebakaran baik terpisah maupun bersamaan di RSUD Rembang maka proses evakuasi dilakukan terhadap pasien, peralatan dan arsip menyusuri jalur khusus yang sudah diberi tanda menuju tempat berkumpul berkatagori aman daridampak bencana.

Tersedia 7 titik dan sudah seusai dengan jumlah ideal, cukup untuk menampung pasien maupun lainnya dalam kondisi normal bahkan juga telah terjalin MoU dengan Pemdes Kabongan Kidul kawasan letak RSUD Rembang guna memanfaatkan kantor dan balai desa serta ruang kelas milik SDN sekitar untuk tempat penampungan ketika saat itu over kapasitas.


Ditambahkan momen berharga tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan simulasi kejadian luar biasa baik yang sering terjadi atau belum yaitu kapasitas berlebih seperti halnya membludaknya pasien ketika DBD merebak dan penanganan tumpahan benda berbahaya dan beracun (B3). Tak tanggung-tanggung dalam melaksanakan semua kegiatan yang telah terjadwal tersebut divisi pengembangan menggandeng pihak yang berkompeten dari Badan Penangulangan Bencana Daerah dan Dinas Kesehatan setempat agar terkoordinir sebagaimana mestinya. (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::