Kewalahan Penuhi Permintaan, Tawarkan Kemitraan

-- --

Budidaya pepaya sangat menjanjikan Niam (kacamata) tawarkan bermitra

 Sedan-Sudah menjadi kebiasaan bila bulan puasa tiba permintaan komoditi buah-buahan terus melonjak khususnya buah yang berasa segar, berair, beraorma harum dan manis seperti halnya pepaya, hanya saja lantaran keterbataan persediaan maka peluang yang sangat menguntungkan tersebut belum sanggup dipenuhi oleh petani   

            Salah satunya Niam Aldiansyah (28) warga RT 03/RW 01 Desa Ngulahan Kecamatan Sedan mengatakan, sebagai karyawan di salah satu BUMN di Kabupaten Rembang mestinya perlu tambahan penghasilan utamanya dalam budidaya pepaya. Pada hari biasa menjual sekira 20 kilogram buah berasa manis. namun setelah beberapa hari puasa berlangsung permintaan melonjak mencapai 40% dan diakui belum sanggup memenuhinya karena juga harus mengirim ke pelanggan lain yaitu perhotelan, rumah sakit dan toko buah di wilayah setempat agar peluang permintaan buah pepaya tadi dapat terlayani.

            Niam mengajak kelompok tani/petani atau bahkan kawula muda untuk ikut membudidayakan dengan sistem kemitraan. Bibit disediakan olehnya seharga Rp3 ribu per batang, diberikan pendampingan perawatan sampai siap dipanen dan dijanjikan hasilnya dibeli olehnya sesuai dengan harga yang disepakati di awal kerja sama. Jenis pepaya tersebut selama beberapa tahun terakhir termasuk varietas unggulan di kalangan pembudidaya buah dan hasil panen berarapun banyaknya diserap oleh pasar mulai penanaman bibit sampai panen butuh waktu sekira 7 bulan dan hanya membutuhkan modal awal sedikitnya Rp5 ribu per batang, untuk perawatan tumbuh hingga berbuah mengandalkan pupuk kandang. 

            Niam Aldiansyah yang juga Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana Malang menambahkan  tanaman pepaya yang ditawarkan dibudidayakan yakni varietas Colina IPB 9 yang telah digelutinya sekira 3 tahun terakhir yang berkriteria warna kulit buah hijau mulus,

tingkat kemanisan buah 10 sampai dengan12 briks, warna daging buah jingga, daging buahnya tebal dan renyah serta berdaya simpan sekira satu minggu adapun per pohon per tahun sanggup dipetik rata-rata 20 kilogram dengan harga jual kisaran Rp 4 sampai dengan5 ribu per kilogram.


            Menurut Niam budidaya tanaman pepaya memiliki prospek bagus sebab permintaan pasar terus meningkat dari waktu ke waktu sampai akhir tahun nanti luasan lahan tanaman pepaya yang dikelolanya mencapai 4 hektare dengan jumlah pohon sekira 3.800 batang, namun tidak berada di satu kawasan melainkan terssebar paa tiga lokasi, yaitu di Desa Ngulahan dan Pamotan. Untuk meningkatkan kualitas produk, dia putuskan mengembangkan varietas pepaya yang saat ini booming di pasaran yaitu jenis sri gading dan merah delima. ( heri sugiharto)

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::