Pemeliharaan Jalan Alternatif Terus Digencarkan

-- --

Jalan Berlumpur Membuat Pengendara Kesusahan melintas

Pamotan – Pengalihan jalan melalui jalan alternatif desa Pamotan sebagai dampak dari pembongkaran jembatan desa setempat mengakibatkan ruas jalan kampung menjadi amblas dan rusak. Dampak tersebut sebenarnya sudah diperhitungkan pemerintah desa setempat, sehingga muncul kebijakan pungutan bagi kendaraan roda empat yang melintas. Hasil pungutan akan dimanfaatkan untuk perbaikan sementara bagi jalan yang rusak.

Kepala desa Pamotan Abdul Ro’uf mengatakan, sejauh ini hasil pungutan sudah dimanfaatkan untuk biaya oprasional dan perbaikan jalan. Perbaikan sementara yang dilakukan dengan menambal lubang jalan menggunakan pasir pedel saja ternyata kurang tepat. Pasir pedel yang terlalu lembut menjadi mudah hancur ketika dilindas kendaraan, terlebih ketika turun hujan justru membuat badan jalan menjadi berlumpur dan licin. 

Menanggapi hal itu, desa memutuskan untuk mengganti matrial pasir pedel dengan pedel yang berukuran lebih besar. Dengan demikian diharapkan jalan tidak lagi berlumpur seperti akhir-akhir ini.

Ro’uf menambahkan, perbaikan jalan sementara akan terus dilakukan demi kelancaran dan keselamatan pengguna jalan. Sementara terkait anggaran, desa tidak perlu gusar lagi karena dana dari hasil pungutan sudah mampu mencovernya. Hasil pungutan dari awal hingga sekarang sudah mencapai Rp 100-an juta. 


Kelebihan dana pungutan di akhir nanti akan digunakan untuk pembangunan desa. Sedangkan jenis pembangunannya itu apa, pihaknya belum dapat menyebutkan karena memang belum dirapatkan lebih lanjut dan harus mendapatkan persetujuan dari BPD. (warih pupita arum)

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::