Prasasti Watu Gudik Jadi Ajang Selfie

-- --

Sejak berdiri kini Watu Gudi jadi ajang foto selfie

Sedan - Karang Taruna Desa Ngulahan Kecamatan Sedan terus berbenah memperindah kampungnya demi tujuan menarik wisatawan saat nanti telah menjelma menjadi kawasan agrowisata. Salah satunya membuat prasasti di jalan masuk, dengan memasang pecahan batu khas yang ada di wilayah setempat.

Rosyid Ndoyek selaku Ketua Karang Taruna dihubungi belum lama ini menjelaskan, anggotanya makin bertekad membuat desanya menjadi kawasan agrowisata dan menjadi tujuan kunjungan pelancong yang khususnya datang ke Kecamatan Sedan. Menjelang puasa kemarin dilakukan gotong royong memasang batu khas di jalan masuk dan beberapa hari lalu telah selesai yang kini makin memperindah desanya.

Satu hal positif dari berdirinya prasasti watu gudik tersebut menurut Rosyid yakni dimanfaatkan oleh warga setempat maupun tetangga desa untuk ngabuburit dan berfoto selfie yang kemudian diposting di akun media sosial milik mereka. Tentunya segenap anggota karang taruna berharap keberadaan desanya makin dikenal masyarakat dan menarik minat serta animo berkunjung ke Ngulahan.

Rosyid jelaskan bukan tanpa alasan menempatkan pecahan batu tersebut di pintu masuk desa karena menurut mitos watu gudik berasal dari serpihan batu yang diyakini berasal dari nasi. Konon zaman dahulu di Desa Candimulyo tetangga desanya hidup 2 orang wali/penyebar agama Islam bernama Mbah Abdul Jalil dan Abdul Jalal dimana keduanya adalah kakak- beradik.

Waktu itu sambung Rosyid, keduanya menjalankan ritual puasa yang pada suatu hari sang kakak (Abdul Jalil) memergoki adiknya seperti tengah menanak nasi di atas tungku dan spontan membuatnya marah kemudian dibuangnya. Padahal si adik (Abdul Jalal) waktu itu menanak batu untuk menghibur diri dan perbuatan kakanya sangat melukai perasannya, akhirnya tungku dan bebatuan yang ditanak disebar hingga berceceran ke Desa Ngulahan dan membentuk gundukan batu menjulang tinggi


Rosyid tambahkan, warga desanya menamai batu gudik karena tekstur menyerupai penyakit kulit pada manusia dan terlepas dari mitos tadi seluruh anggota karang taruna sepakat memasang salah satu serpihan untuk memperindah jalan masuk desa. Tujuannya guna menarik pelancong sekaligus mengenalkan kepada generasi muda tentang masih adanya sejarah lokal yag selama ini belum tergarap maksimal untuk tujuan wisata. (heru budi s)

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::