Aktifitas pembuatan garam terhenti

-- --


Petani garam sedang memantau tambak garam

Kaliori - Petani garam di wilayah kecamatan Kaliori, hingga pasca lebaran  ini, belum mendapatkan penghasilan dari membuat garam, seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu petani garam asal desa Mojowarno- Tisno mengatakan Ia belum bisa melakukan aktifitas pembuatan garam lantaran masih  adanya turun hujan . hingga pasca lebaran kali ini. 

Tisno mengatakan untuk awal proses pembuatan garam hingga panen garam dilahan seluas 1 hektar membutuhkan waktu sekitar 1 bulan.. Apabila  dalam waktu 1 bulan ke depan masih turun hujan lagi, maka harapan untuk bisa panen garam akan tertunda lagi.
Terpisah, petani garam asal desa Tambakagung- Haji Ali juga mengaku dengan adanya musim hujan yang tidak menentu pada bulan ini membuat stok garam yang ada di gudang penimbunan miliknya makin menipis.

Haji Ali menerangkan harga garam Kwalitas (KW2) 400 rupiah per kilogramnya. Sedangkan harga garam KW1  450 rupiah per kilogramnya.


Berdasarkan pantauan reporter CBFM beberapa lahan  tambak garam di desa Tambakagung, Purworejo, Tasikharjo belum ada aktifitas penyiapan lahan pembuatan garam. Karena masih digunakan untuk budidaya udang atau budidaya ikan bahkan ada yang dibiarkan  kosong.(dari Kaliori Masudi melaporkan)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::