Anak tega menganiaya ibu kandungnya

-- --
AK tergolong sadis karena untuk ketiga kalinya melakukan penganiayaan terhadap keluarganya sendiri

TKP rumah korban masih menjadi perhatian warga setempat 

Pamotan – Entah apa yang ada dalam pikiran Abdul Khalim (50) warga RT 2 RW 4 dukuhan Pos desa Bangunrejo kecamatan Pamotan sehingga gelap mata menganiaya ibu  kandungnya, Masfiati (90).

Menurut keterangan salah satu tetangga sebut saja ZR (Zahro’)  peristiwa terjadi pukul 01.00 WIB dini hari (6/7). Waktu itu pelaku usai takbiran di mushola setempat, Ia langsung menuju ke rumah ibunya yang berada tak jauh dari rumahnya.

Waktu itu  aksi khalim diketahui oleh anaknya sendiri tak lain adalah cucu korban yang biasa tidur menemani korban di rumahnya. Dalam menjalankan aksinya, Khalim menutup seluruh pintu rumah dan mematikan lampu. Dari luar, si cucu mendengar suara sang nenek dipukuli orang. Ia lantas lari ke rumah dan melaporkan apa yang dia dengar kepada ibunya (istri Khalim) kemudian ia bersama ibunya mencoba mengecek ke rumah Masfiati..

Ketika sampai di sana didapati Masfiati sudah tak berdaya dengan bekas tonjokan di mata, pipi, dan bagian tubuh lainnya, selain itu juga ada bekas gigitan di leher korban. Seketika korban dilarikan ke puskesmas Pamotan, karena luka pada korban parah kemudian dirujuk ke RSUD R Soetrasno Rembang. Namun naas, ketika sampai ke ruang UGD nyawa korban tak tertolong. .  

Menurut keterangan Zahro, Khalim merupakan bapak dari lima orang anak yang menderita gangguan jiwa sejak 4 tahun silam. Sebenarnya Khalim tergolong orang yang pendiam dan rajin beribadah. Namun sejak jiwanya tergoncang ia sering marah-marah, bahkan sebelumnya ia juga pernah masuk jeruji besi akibat menganiaya saudaranya sendiri. 

Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto melalui Kapolsek Pamotan AKP Kisworo saat dihubungi  membenarkan menerima laporan adanya tindak penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dilakukan AK terhadap Maspiati ibu kandungnya sendiri. Selanjutnya dilakukan penangkapan dan menyita baran bukti diantaranya pakaian pelaku dan korban serta sprei tempat tidur yang terkena percikan darah.
           
Lanjut AKP Kisworo kronologi kejadiannya yakni di TKP terjadi penganiayaan oleh pelaku terhadap korban berupa pemukulan terhadap korban dengan tangan kosong berkali-kali dan menggigit pipi korban sebelah kiri. Akibatnya korban mengalami luka memar di kepala dan luka robek pada pipi sebelah kiri hingga mnyebabkan tak sadarkan diri.

Ditambahkan, pelaku merupakan residivis dan pernah ditahan atas kasus sama yang dilakukan kepada kakak dan adik kandungnya, dengan motif termasuk kasus kali ini adalah permasalahan pembagian warisan yang menurutnya tidak adil lantaran menerima sedikit bagian. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku menjalani proses hukum dan ditahan di sel tahanan Polres Rembang, dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan terancam hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun. ( warih puspita arum dan  heru budi s )


Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::