Antisipasi aksi Teror, Bekali Latihan Pemasangan Road Blocker

-- --

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto pimpin simulasi penggunaan alat road blocker for police di jalan masuk Mapolres

Rembang-Aksi teror yang juga menyasar korps baju cokelat seperti yang terjadi di Mapolresta Solo belum lama ini tentu harus makin diwaspadai dan disikapi melalui upaya antisipasi secara serius. Salah satunya Jajaran Polres Rembang baru-baru ini (16/7)  mengadakan simulasi pengamanan lingkup Mapolres.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat  memimpin sosialisasi dan pelatihan penggunaan road blocker for police kepada anggota Satuan Sabhara menjelaskan, kegunaan alat yang berfungsi mengukur tingkat kecepatan, kepekaan, kesiap siagaan dan ketanggapan personil apabila terjadi suatu tindak kejahatan di wilayah hukumnya, utamanya saat pelaku tindak kejahatan berkendaraan bermotor bermaksud melarikan diri.

Disebutkan  AKBP Sugiarto, kegiatan ini sangat pnting guna menghadapi kejahatan yang semakin brutal, khususnya berbentuk aksi terorisme yang sasarannya kini juga membidik kepolisian didaerahm seperti halnya yang terjadi pada Mapolresta Solo. Untuk itu perlu peningkatan kewaspadaan dan pihaknya mengambil langkah melakukan upaya
penanggulangan, antara lain mengoperasionalkan road blocker for police atau alat pengamanan markas sebagai barikade dalam kondisi darurat.

Disinggung mengapa hanya diberikan kepada anggota Sat Sabhara,  Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengungkapkan, bahwa jajarannya tersebut merupakan barisan terdepan dari Polres yang bertugas patroli, penjagaan dan pengamanan hingga difungsikan kondisionalsebagai tim reaksi cepat urai massa. Sehingga harus menguasai pengetahuan memasang dan paham betul cara pemasangannya untuk mengatasi semua bentuk tindakan kejahatan yang mengancam keamanan wilayah hukum Polres Rembang.

Ditambahkan, penggunaan road bloker for police yang dilatihkan, sebagai upaya yang cepat diambil guna mengantisipasi terjadinya kontijensi dan perlu adanya penghadangan terhadap pelaku kejahatan yang menggunakan kendaraan bermotor. Harus dikuasai betul cara memasang peralatan taktis yang didesign menyerupai paku dengan berjajar rapat sehingga jika dilewati kendaraan maka ban roda akan kehilangan udara dan kempes yang mengakibatkan menghambat laju kendaraan hingga berhenti.


Ditegaskan, aparatur kepolisian harus siap menghadapi kondisi apapun dalam tugasnya menjaga keselamatan masyarakat dan keamanan negara dari ancaman teroris. Secara periodik wajib diadakan simulasi disertai menggunaan pelatan penunjang yang dibutuhkanm sebab kesiap siagaan adalah hal yang perlu selalu dijaga oleh tiap anggota korps baju cokelat. (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::