Cegah Kepunahan Perlu Upaya Keras Pelestarian

-- --

Seni tradisional wayang bengkong khas lasem terancam punah tanpa ada upaya keras pelestarian

            Lasem-Bermacam seni tradisional atau adat ciri khas Lasem yang berjaya puluhan tahun silam ditengarai mendekati kepunahan. Dibutuhkan kepedulian semua pihak ikut melestarikan dengan cara sering ditampilkan agar dikenal dan dicintai warga kabupaten Rembang.

            Dua diantaranya berbentuk seni pertunjukan wayang, yaitu wayang bengkong dan wayang pesisiran demikian ucap Ernantoro Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem. Dua seni tradisional tersebut terancam punah karena hampir tak pernah dimainkan lagi di tengah kehidupan masyarakat.  

            Toro jelaskan  wayang bengkong diketahui berasal dari Desa Kajar yang saat berjaya dahulu menjadi tontonan wajib saat warga mengadakan hajat sedekah bumi, pernikahan dan khitanan. Eni adi luhung tersebut menurutnya dimainkan hanya oleh tiga orang masing-masing memerankan tokoh bernama Mbah bengkong, bagus panji dan Sri serta irama gamelan pengiring berasal dari mulut mereka.

            Lanjut Toro karena tak ingin punah maka Fokmas dan aparatur Desa Kajar belum lama ini menampilkan kesenian tersebut, selain untuk menghibur juga ditujukan sebagai wahana untuk mengajak agar ada yang mau berpartisipasi melestarikannya. Terlebih jika heritage kawasan kampung pecinan Karangturi nanti mulai dilaunching. tentu seni tradisional asli Lasem juga harus dipertahankan eksistensinya dalam kemanfaatan penunjang menunjang kunjungan wisata.

            Selain itu ada pula seni pakeliran pesisiran Laseman atau lebih dikenal dengan sebutan Pertunjukan Wayang Kulit Pesisiran Laseman yang juga sudah tidak lagi populer di masyarakat sambung Toro.


Masalah utamanya adalah kemajuan teknologi dan kurangnya minat masyarakat terhadap kesenian tradisional yang tumbuh di daerah Lasem, dimana sebagian besar anak-anak muda sekarang ini terutama mereka yang tinggal di daerah pesisir lebih menyukai kesenian yang berbau kebarat-baratan.


            Ditambahkan, sekarang ini kesenian daerah yang populer dan digemari masyarakat datang berduyun-duyun menonton adalah dangdut koplo, kethoprak dan seni pakeliran wayang kulit gaya Surakarta yang dianggap lebih berkesan sebagai wayang kulit bernilai seni tinggi dibandingkan dengan wayang kulit pesisiran Laseman. Untuk itu pihaknya berharap dalang setempat yang sedang moncer yakni Ki Sigid Ariyanto sering memainkannya sehingga dapat mengangkat kembali kesenian tradisional khas daerah pesisiran ini agar tak punah. (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::