Guyub Cah Rembang Ditantang Majukan Daerah

-- --

Guyub Cah Rembang Ditantang Bupati AbdulHaidz ikut berkiprah majukan daerah asal

Rembang - Keberadaan warga Rembang  baik yang masih berdomisili di luar daerah dan belum lama ini mendeklarasikan bergabung dalam wadah organisasi Guyub Cah Rembang ditantang ikut berkiprah memajukan daerah asalnya. Pasalnya diketahui sebagian besar dari anggotanya kini hidup sukses dalam karier masing-masing, tentunya dapat memberikan akses bantuan pada sejumlah pembangunan yang direncanakan oleh Pemkab Rembang.

Demikian disampaikan Bupati Rembang  Abdul Hafidz dalam kegiatan Reuni dan Halal Bi Halal alumni SMA angkatan ’84 yang juga anggota Guyub Cah Rembang di Pendopo Museum Kartini baru-baru ini (9/7/).

Bupati berkeinginan muncul support dari seluruh elemen masyarakat untuk berkiprah dengan pemkab rembang untuk berkiprah  sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing yang dikuasai termasuk  potensi ekonomi dan kekurangan serta kendala yang masih ada, .

Diantaranya yang menonjol adalah angka kemiskinan,  setidaknya ada kepedulian untuk mau ikut mengentaskan. Anggota Guyub Cah Rembang yang mempunyai usaha atau rekanan usaha maupun akses ke pengusaha besar diharap ikut mendukung iklim investasi dengan mengenalkan potensi ekonomi wilayah Rembang  yang belum tergarap maksimal untuk dijadikan bisnis kelas nasional atau internasional sehingga ikut mengurangi angka pengangguran dan menumbuhkan multiplier effect untuk masyarakat.

Sementara Ketua Guyub Cah Rembang Niam Wakhidi di sela kegiatan menjelaskan belum lama ini organisasi  yang dipimpinnya ikut peduli atas kejadian musibah banjir di beberapa kecamatan. Hasil patungan anggota diwujudkan bantuan paket sembako kepada korban banjir.

Untuk kali ini berkenaan dengan kegiatan reuni dan halal bi halal sambung Niam Wakhidi, diadakan khitanan massal diikuti 15 anak dan berkaitan pelestarian alam wilayah Rembang, disumbangkan alat pengebor biopori sebanyak 57 unit kepada Pemkab Rembang melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH). Dimaksudkan dengan makin banyaknya titik

biopori dapat menjadi solusi meminimalkan kekurangan cadangan air saat kemarau yang berujung menyebabkan kerawanan bencana kekeringan.

Niam Wakhidi tambahkan adapun untuk gerakan penghijauan segera disalurkan bantuan bibit tanaman keras karena lokasi sekitar tumbuhnya akan berfungsi sebagai resapan air dan mengenalkan pengadaan mikroba alami dengan melokalisir penanaman sampah pasar dan rumah tangga. 


Sisa sayuran, kulit buah dan buah-buahan busuk ditanam pada sebuah lubang dimana seiring dengan proses pembusukan limbah hijau tersebut akan terkumpul mikroba alami yang membuat kelembaban tanah bertambah yang berdampak postif pada tingkat kesuburan untuk media tumbuh tanaman semusim yang bermanfaat jangka pendek untuk warga. (heru budi s)

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::