Kelompok Tani Cukup Terdaftar Guna Peroleh Bantuan Hibah

-- --
Bupati Rembang Abdul Hafidz saat belum lala ini menyerahkan bantuan traktor tangan kepada kelompk tani menegaskan tak tolerir adanya pungutan liar karena diberikan secara gratis 

Rembang-Pasca terbitnya Pemendagri Nomor 14 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah Dan Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari APBD, memberikan keuntungan tersendiri untuk kelompok tani. Pasalnya masuk katagori badan atau lembaga yang tak perlu memiliki badan hukum yang disahkan oleh Kemenkum dan HAM, guna memperoleh bantuan hibah atau bansos dengan sumber dana APBD.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Suratmin menyebutkan Tentunya hal tersebut patut disyukuri karena memudahkan kelompok tani mengajukan bantuan hibah atau bansos. Hanya saja mereka harus terdaftar di instansinya untuk dicantumkan sebagai lembaga resmi di wilayahnya.

Menurut Suratmin dalam Permendagri Nomor 14 Tahun 2016 tercantum bahwa hibah kepada badan dan lembaga diberikan dengan persyaratan paling sedikit memiliki kepengurusan yang jelas di daerah yang bersangkutan, memiliki surat keterangan domisili dari lurah/kepala desa setempat atau sebutan lainnya dan berkedudukan dalam wilayah administrasi pemerintah daerah yang bersangkutan. Dalam hal ini kelompok tani menjadi bagian di dalamnya sehingga tak perlu mengurus badan hukum. 

Lanjut Suratmin meskipun bantuan hibah atau bansos berupa alat mesin pertanian (alisntan) diberikan secara cuma-cuma melalui Dintanhut, tetapi setiap tahun pihaknya juga diaudit oleh tim dari Kementerian Pertanian menyangkut keutuhan bantuan alsintan yang telah disalurkan.

Menyikaoi hal itu pastinya Dintanhut juga mengadakan monitoring guna mengecek kondisinya. jika kedapatan rusak terlebih hilang dicuri tentu kelompok tani penerima harus bertanggung jawab memperbaiki atau menggantinya. 

Suratmin sebutkan tiap tahun mendistribusikan bantuan alsintan baik berasal dari kementerian dan dinas terkait tingkat provinsi dan kabupaten, teriring harapan menumbuhkan minat kawula muda mau menggeluti sektor pertanian, sekaligus guna efisiensi dan efektifitas pengolahan lahan. Diantaranya adalah traktor tangan dengan tujuan mempercepat waktu pengolahan area pertanian juga tentunya menghemat biaya.


Ditambahkan, kemampuan 1 unit traktor tangan dalam pengolahan tanah per musim tanam mencapai 25 hektar, adapun untuk menggarap area pertanian di wilayah Rembang berwujud persawahan seluas 29.856 hektar dan tegalan 34.256 hektar, diperlukan traktor tangan sebanyak 2.564 unit. Saat ini ketersediaan di Kabupaten Rembang baru ada 1.2412 unit sehingga masih kekurangan 1.322 unit dan akan dipenuhi secara bertahap. (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::