Komersialisasi Pendidikan Lebih Tepat Menyasar Terwujudnya PAS

-- --

Nur Rohman sampaikan sah saja sekolah terjun langsung dalam industri seperti halnya pada konsorsium SMK Holding

            Rembang - Tiap siswa memiliki penghasilan sendiri selama sekolah atau populer dengan istilah pendapatan asli siswa (PAS), hanya berlaku pada pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada prinsipnya ketika anak didik menuntut ilmu di sekolah telah memulai dan memiliki usaha yang pengelolaannya diampu dalam program bisnis centre dimana hasilnya diperuntukkan membiayai pendidikannya secara mandiri.  

            Untuk itu beberapa sekolah kejuruan yang memiliki visi dan misi sama dalam pengembangan PAS didukung industri yang peduli, sekolah kejuruan memutuskan bersatu dalam satu konsorsium yang dinamakan SMK Holding. Suatu inisiatif berkecimpung dalam pengadaan barang terkait kebutuhan pendidikan atas berbagai perangkat untuk pembelajaran dan juga alat-alat untuk kebutuhan belajar mengajar di sekolah-sekolah kejuruan.

            Kepsek SMK Umar Fatah Nur Rohman menjelaskan SMK Holding merupakan inisiatif yang diinisiasi oleh perwakilan indsutri Meruvian bersama sekolahnya beserta SMK NU Maarif 3 Kudus, SMK PGRI 2 Ponorogo dan SMK Muhammadiyah 1 Weleri–Kendal. Kerja sama antara industri dan SMK yang bertujuan sebagai penangkal berlakunya MEA dan AFTA dalam menyiapkan anak didik agar memiliki kompetensi lebih di sektor industri supaya nantinya tak sekedar terjun sebagai pekerja saja, namun mampu memproduksi sendiri barang/benda yang diserap oleh pasar mengacu ilmu dan pengetahuan selama belajar di sekolah.

            Hal tersebut sah-sah saja sambung Nur Rohman saat memadukan praktrek industri secara riil di sekolah dengan memproduksi barang yang laku dipasarkan. Karena juga sudah berlaku di luar negeri bahkan sebagian negara ASIA seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan China. Hanya saja istilah SMK Holding dinilai terlalu vulgar sehingga disingkat bernama SMK H.


Ditambahkan hasil karya konsosrsium SMK Holding cenderung menyasar produk berbasis TI sebab pasar bebas mengapresiasi berdasar nilai kemanfaatan, dijual berharga murah dan berkualitas sama dibandingkan barang serupa yang dijual lebih mahal. Semakin mudah pengoperasiannya, ringkas dan berukuran kecil tetapi tergolong canggih tentu akan diburu pihak yang membutuhkan, sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk mampu menciptakannya. (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::