Paradigma SMK Rambah Industri Harus Mampu Hasilkan Poduk

-- --

Pasca mengikuti TOT selayaknya peserta segera membimbing siswa ciptakan karya berkualitas dan berdaya saing tinggi

Rembang-Keberadaan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) dengan berbagai jurusannya kini tak lagi menganut visi menyiapkan anak didiknya siap bekerja di sektor industri, sudah saatnya harus mampu membuat produk berkualitas yang kompetitif kala dipasarkan. Hanya saja belum semua sekolah tenyata siap menjalankan karena masih terkendala  SDM pendidik dan siswanya, untuk itu perlu diadakan Training of Trainer/TOT atau pelatihan untuk pelatih bagi para guru untuk selanjutnya bekal pengetahuan yang dikuasai diajarkan pada anak didik.

Selama 3 hari terhitung Senin (27/7/2016) sebanyak 30 orang guru asal SMK yang berbasis Tekhnologi Informartika (TI) mengikuti TOT di SMK Umar Fatah Rembang, selain diikuti para guru lingkup sendiri tercatat peserta berasal dari Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur dan Jakarta. Dalam pelaksanaannya menggandeng Muh Dedi Kusawantri pengajar salah satu SMKdi Tasikmalaya Jabar yang juga praktisi produk berbasis TI.

Kepsek SMK Umar Fatah Nur Rohmnan menjelaskan era pembelajaran sekarang untuk sekolah kejuruan selayaknya menerapkan sistem makerspace education inisiatif dengan sasaran setiap sekolah mampu memproduksi alat/barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Guna menyikapi pemberlakuan Kurikulum 13 pada SMK dimana didalamnya ada salah satu materi yang harus dipenuhi adalah pengembangan desain kreatif yang diwujudkan hasil produk suatu barang


Nur Rohman sampaikan mengapa TOT ini hanya ditujukan kalangan guru SMK berbasis TI dikarenakan produk yang akan diciptakan nanti oleh masing-masing sekolah adalah memangkas pengoperasian aneka barang elektronika secara manual, digantikan benda sejenis yang terpasang hardware atau perangkat keras dimana pengoperasiannya melalui software dari smartphone atau HP tablet. Bisa juga membuat karya serupa produk yang sudah dipasarkan oleh perusahaan namun berukuran lebih kecil atau lebih ringkas cara kerjanya sehingga ketika dipasarkan berharga lebih murah masih dengan kualitas setara.

      Disebutkan secara pribadi pihaknya ingin semua SMK berbasis TI bergegas menyiapkan siswanya mampu menghasilkan karya unggulan seperti halnya yang telah dilaksanakan di sekolahnya. Pasalnya sebentar lagi Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud memberikan TOT massal kepada semua SMK dan saat itu harus menampilkan satu produk inovasi karya siswanya. (heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::