Butuh ketegasan sikap Aparat

-- --
Gus Zaim sebutkan perlu ketegasan bukan kekerasan dalam menyikapi dan menagani serta menyelesaikan semua permasalahan yang merongrong keutuhan NKRI


Lasem-Kejadian menjurus SARA yang mencuat di beberapa wilayah belakangan ini perlu disikapi secara proporsional oleh aparat keamanan. Butuh ketegasan sikap bukan dengan kekerasan baik dalam penerapan perundangan untuk para pelakunya maupun sikap dalam penanganan bagi penebar kebencian yang memperkeruh kondisi lokal tempat terjadinya peristiwa.

Demikian antara lain yang disampaikan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren Kauman Lasem, KH M Zaim Ahmad Ma'shoem saat ditemui kemarin. Bahwasanya diantara kejadian yang berimbas perusakan rumah ibadah tentu tak bisa ditolerir dan para pelaku harus diproses sesuai kaidah hukum yang berlaku.

Lanjut  Gus Zaim sapaan akrabnya sebenarnya kejadian seperti di Tanjungbalai Sumatera Utara merupakan kasus lokal dan sporadis dan memang ada pemicunya, namun karena ada yang membesarkan melalui media sosial maka skala dampaknya meluas. Media sosial atau ada pula yang mengistilahkan sosial media ibaratnya angka nol, ketika dimanfaatkan untuk hal-hal baik maka bernilai positif dan sebaliknya menjadi negatif jika digunakan kegiatan yang merugikan. Kunci penanganan dan penyelesaian bergantung ketegasan sikap aparat hukum maupun pemerintah karena suatu saat dapat muncul lagi dan apakah terus berulang seperti yang sebelumnya jika selalu diatasi lewat cara kekerasan. 

Penasihat Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Jawa Tengah itu berharap wahana penyebaran informasi perlu juga diatur ketat agar tidak menjadikan penyebaran kebencian yang sengaja dihembuskan oleh oknum tak bertanggung jawab, bermaksud memecah belah persatuan dan kerukunan masyarakat. Kunci penanganan dan penyelesaian bergantung ketegasan sikap aparat hukum maupun pemerintah karena suatu saat dapat muncul lagi dan apakah terus berulang seperti yang sebelumnya jika selalu diatasi lewat cara kekerasan.

Kembali pada kejadian dan peristiwa bernuansa SARA tambah Gus Zaim hal itu mungkin disebabkan pemahaman fanatisme agama yang berskala sempit, sehingga berubah menjadi gerakan radikal. Oleh karena itu menjadi tangung jawab tokoh dan pemuka agama harus tuntas menguatkan keimanan umat masing-masing sampai pada pemahaman tertinggi, sehingga muncul sikap saling toleran dan tidak mempermasalahkan perbedaan-perbedaan yang dijumpai pada kehidupan sehari-hari dalam hidup bermasyarakat. (heru budi s )

Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::