Forkopimda Gandeng FKUB Gelar Rakor Wujudkan Kamtibmas Kondusif Di Kabupaten Rembang.

-- --

Wabup Bayu Andriyanto pesan kerukunan umat beragama di Kabupaten Rembang wajib dijaga

Rembang-Pasca terjadi kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai Sumatera Utara pada Jum’at (29-07-2016) malam lalu yang mengakibatkan beberapa Vihara dan Klenteng dibakar disikapi oleh Forkopimda Kabupaten Rembang menggelar rakor koordinasi menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) membahas terjaganya kondusifitas wilayah Rembang.

Kegiatan yang dihelat bertempat aula Mapolres Rembang pada Rabu (3/8/2016) mengundang tokoh agama, tokoh masyartakat, elemen masyarakat, ormas/LSM dan media.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto dalam kegiatan tersebut menyampaikan rakor diadakan untuk membahas kejadian kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai Sumatera Utara belum lama ini perlu diantisipasi agar tidak terjadi di wilayah Kabupaten Rembang. Keragaman suku, agama dan budaya di Indonesia harus senantiasa dijaga kerukunannya demi terciptanya situasi yang aman dan nyaman.

Lanjut AKBP Sugiarto toleransi antar umat beragama di Indonesia sudah diakui Internasional sehingga kerukunan antar umat harus senantiasa dilestarikan, Disampaikannya Forkompimda, FKUB, tokoh agama dan masyarakat adalah tiang penyangga konstruksi sosial di tengah kehidupan masyarakat, untuk itu perlu saling koordinasi, komunikasi, bersinergi dan solid untuk mencipatakan situasi aman dan tentram.

Selain itu AKBP Sugiarto juga menitipkan pesan kamtibmas kepada para
tokoh agama yang turut hadir dalam acara rapat koordinasi untuk disampaikan kepada masyarakat, umat dan jemaatnya supaya lebih bijaksana dan arif dalam menyikapi isu-isu yang berkembang. Terutama berita atau pesan yang dikirim melalui media sosial seperti facebook, twitter, whatsapp, blackberry messenger dan lainnya.


Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto dalam sambutannya menyampaikan
bahwa semua warga berlindung pada tempat yang sama yaitu dalam tenda NKRI dan jangan sampai terkoyak karena konflik sosial antar umat beragama. Apabila tenda pemersatu ini sampai roboh maka semua penghuninya yang heterogen dari suku, agama, ras, antar golongan yang berbeda akan menerima dampaknya dimungkinkan muncul konflik yang menimbulkan kesesengsaraan yang dirasakan semua warga. (
heru budi s)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::