Gagrag Pesisiran Laseman Bangkit Dari Mati Suri

-- --
Pegiat seni budaya lokal khas laseman turut gembira dan ambil peran kembali tampilkan wayang puwra gagrag pesisiran

Lasem-Sekian lama tak ditampilkan hampir menjadikan salah satu seni budaya khas laseman punah tergerus zaman. Terakhir kali dimainkan tahun 1993 silam wayang purwa gagrag pesisiran laseman kembali dimainkan ibarat bangkit dari mati suri.

Tampilnya kembali seni pewayangan tergolok unik itu tak lepas dari peran semua pihak yang khawatir jika budaya lokal tak lagi dikenal pada masa mendatang. Pemdes, BPD, tokoh masyarakat, pokdarwis dan karang taruna Desa Sendangasri Kecamatan Lasem semangat mengusung kembali kemunculannya sebagai pelengkap rangkaian perayaan sedekah
bumi.
            Dijadwalkan kembali dikenalkan pada publik pada tanggal 29 Agustus di punden sendang desa setempat dimulai sekira pukul 21.00 wib, menampilkan lakon Bima Suci yang dibawakan dalang Ki Kartono (62) yang juga warga Desa Sendangasri tepatnya di lingkup RT 1/RW 1.

Dihubungi kemarin Ki Kartono menjelaskan penampilan perdana bangkit dari mati suri tak memakan waktu lama hanya sekira 3 jam. Karena beda wayang gagrag pesisiran laseman tidak ada sesi limbukan dan goro-goro sebagaimana gagrag wayang purwa lainnya, shingga berdurasi waktu tampil lebih pendek.

Dalang yang memainkan wayang purwa pesisiran laseman kali terakhir tahun 1993 silam sangat gembira mengetahui keluarga besar desanya semangat menguri-uri tampilnya budaya lokal yang hampir punah. Oleh karena itu harus dijawab dengan penampilan yang memuaskan sehingga persiapan terus dimatangkan supaya menuai sukses.

            Lanjut pensiunan Kepala TU UPT Dinas Pendidikan Sluke yang purna tahun 2010 silam dijelaskan gagrag pesisiran laseman merupakan perpaduan seni pewayangan dua propinsi yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah, diawali dengan wayang golek baru masuk pada lakon dengan peraga wayang kulit dan diakhiri dengan wayang golek. Pagelaran berlangsung sebagaimana pakeliran wayang pada umumnya, dengan pakem babon kisah Mahabharata dan Ramayana serta lakon carangan yang diciptakan tetap menginduk/merujuk dua naskah induk.

            Ayah dua anak dan kakek satu cucu yang mulai mendalang tahun 1971 menerangkan wayang golek atau biasa disebut benthingan dimainkan pada jejeran pertama/pembukaan pakeliran atau penghantar lakon yang dimainkan, ditutup penghantar yang disampaikan tokoh golek cantik. Selanjutnya menggunakan wayang kulit biasa sampai berakhirnya lakon yang dibeber oleh dalang, hanya saja pada penutupan pagelaran kembali ditampilkan wayang golek cantik menyampaikan filosofi hidup dari isi lakon.

Ki Kartono ungkapkan keunikan gagrag pesisiran laseman terletak pada irama gending maupun tembang yang dimainkan niyaga dan sinden berbasis nada slendro, merupakan salah satu kekhasan yang umumnya tidak terdapat pada gagrak lain. Permainan wayang, karawitan dan vokal cenderung menampilkan warna dan suasana yang sendu, romantis dan juga sedih sembari dikatakan sejak tahun 93an sampai sekarang sudah jarang menerima job mendalang hingga dikhawatirkan punah jika tak dilestarikan.

Ki kartono tambahkan perlahan tapi pasti upaya regenerasi telah dimulai, diutamakan pada pelestarian memainkan gending melalui pelatihan karawitan ditujukan warga setempat mulai anak-anak hingga dewasa, seminggu satu kali untuk anak-anak diajarkan di SDN Sendangasri adapun ibu-ibu dan remaja serta bapak-bapak bertempat di salah satu rekannya masih satu desa yang memiliki gamelan laras slendro. Sedangkan pelestarian dalang dia mengajukan tantangan kepada generasi penerus yang berprofesi sama supaya memiliki niat dan minatmenggelutinya.

Kepada SKPD terkait Ki Kartono berharap supaya wayang purwa gagrak pesisiran laseman diperhatikan supaya tak punah dengan cara sering ditampilkan pada even perayaan hari besar berkaitan seni dan budaya. Jika menerima job permintaan perseorangan dipatok harga antara Rp15-20 juta namun bila Pemkab yang meminta tampil dibanderol di bawah Rp10 juta, dengan durasi pagelaran sekira empat jam. (heru budi s )

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::