Komplotan Pelaku Kasus Maguan Terungkap

-- --
Kasat Reskrim Polres Rembang ungkapkan TSK kasus Maguan didominasi residivis

Rembang-Satreskrim Polres Rembang berhasil mengungkap tindak pidana pencurian dengan kekerasan disertai kesengajaan menghilangkan nyawa korbannya. Dari beberapa lokasi terpisah berhasil diciduk 6 tersangka dan 2 pelaku lain dinyatakan masuk daftar pencarian orang (DPO), semua terancam hukuman berat karena tergolong sadis dalam perbuatannya.

.           Dalam gelar perkara Selasa (2/8/2016) di Mapolres, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasat Reskrim AKP Eko Pramono  menjelaskan pelaku merupakan satu komplotan dan diantaranya saling kenal ketika menjalani hukuman penjara atas tindak kriminal yang dilakukan. Hampir semua tersangka kasus Maguan diketahui residivis dari berbagai  kejahatan yang diperbuat.

Disebutkan AKP Eko dari  6 tersangka yang telah diamankan yaitu SW, UB dan HD tercatat asal Kabupaten Pati, kemudian JN dan AG warga Kabupaten Tuban Jatim serta TG penduduk Kabupaten Serang Banten. Sedangkan 2 pelaku dinyatakan DPO berinisial GN warga Kabupaten Pati dan TN dari Kabupaten Blora.

Menurut AKP Eko tindak pidana yang dilakukan komplotan tersebut telah direncanakan sebelumnya. Mereka bertemu beberapa kali guna membagi tugas agar memuluskan tindak pencurian yang akan dilakukan yang kenyataannya berhasil menjalankan aksinya dengan lancar sesuai skenario yang disiapkan.

Pengungkapan kasus Maguan sambung AKP Eko berdasar olah TKP, keterangan para saksi dan informasi dari masyarakat dilanjutkan lidik yang hasilnya diamankan 6 tersangka berikut barang bukti hasil kejahatannya. Komplotan pelaku curas menggondol harta koban yang berprofesi pedagang perhiasan emas terdiri uang tunai sejumlah Rp60 juta dan aneka perhiasan emas seberat 2 kilogram yang nilai totalnya mencapai Rp800 juta
.
Ditambahkan, jajaran Satreskrim Polres Remvang selain memburu 2 pelaku yang dinyatakan DPO juga berusaha menangkap penadah perhiasan emas hasil tindak kriminal komplotan tersebut. Sedangkan terhadap tersangka yang kini dalam penyidikan dikenakan pasal berbeda sesuai peran masing-masing meliputi Pasal 338 dan 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun, 20 tahun, seumur hidup hingga hukuman mati.

Seperti diketahui pada tanggal 29 Mei lalu terjadi pencurian dengan kekerasan di kediaman Sarno warga RT 01/RW 03 Desa Maguan Kecamatan Kaliori disertai pembunuhan terhadap korban. Sedangkan Damisih istri Sarno mengalami luka berat dan butuh perawatan serius di RSUD Rembang.

Kejadian diketahui oleh Maqfiroh dan Ahmad Sodiqin selaku anak korban. Mereka bermaksud bertandang ke orang tuanya, namun mendapati rumah dalam kondisi tertutup masih terkunci dari dalam. Ketika ingin masuk melalui pintu belakang diketahui terbuka dimana ketika berada di dalam rumah mendapati pasangan orang tuanya mengalami luka, wajah ditutup lakban serta melihat kondisi berantakan kemudian melaporkan hal tersebut ke aparat kepolisian setempat. (heru budi s )


Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::