Pria Paruh Baya Menghilang 16 Hari Silam

-- --

Kades Tuyuhan tunjukkan KTP Munjayin

Pancur – Bisa hidup dan tinggal bersama suami adalah keinginan semua istri bagaimanapun kondisinya. Namun hal ini tidak didapat oleh Kasti (60) warga desa RT 9/RW 5 desa Tuyuhan kecamatan Pancur sejak suaminya, Munjayin (65) menghilang sekitar 16 hari yang lalu.

Kepala desa Tuyuhan Mulyadi membenarkan kabar tentang salah satu warganya yang hilang. Berdasarkan laporan yang ia dapat, sekitar 16 hari yang lalu Munjayin terlihat sedang pergi menuju arah Lasem dengan berjalan kaki bersama anak pertamanya Heriyanto (28). Karena sadar mereka berdua memiliki gangguan mental, maka salah satu warga memberitahu Kasti (istri Munjayin) kemudian menyusul mereka ke Lasem. Sesampainya di sana, Munjayin dan Heriyanto tidak ditemukan. Ternyata mereka pergi ke rumah salah satu saudaranya di Semarang. Selang satu hari, Heriyanto pulang tanpa disertai sang ayah.

Karena kondisi psikis Heriyanto memang tidak sehat dia tidak bisa memberi keterangan apa yang terjadi pada ia dan ayahnya sehingga ia pulang seorang diri. Untuk memastikan kebenaran apakah ayah dan anak ini sampai ke Semarang, salah satu perangkat desa setempat mencari konfirmasi ke Semarang, dan saudara Munjayin membenarkan bahwa Munjayin pernah datang bersama Heriyanto namun langsung pulang sejak itu.

Mulyadi menambahkan, Munjayin pergi dari rumah tanpa sepengetahuan istrinya. Menurut keterangan warga yang sempat melihat Munjayin saat itu, Munjayin pergi dengan mengenakan celana pendek, baju motif kotak-kotak. Selain itu ciri fisik Munjayin memlikiki perawakan yang tinggi dan kurus, rambut botak bagian depan dan panjang pada bagian belakang.

Munjayin mulai alami gangguan jiwa sejak 15 tahun silam diduga kerena himpitan ekonomi. Ditambah ia sering sakit-sakitan, ia tidak lagi mampu bekerja. Dan sekarang satu-satunya penopang ekonomi keluarga Munjayin adalah putri ragilnya yang bekerja sebagai buruh swasta di Jakarta.


Sementara Kasti (istri Munjayin) kali ini tidak bisa dimintai informasi karena kondisinya yang masih tidak stabil. Dikatakan, setiap kali mendapat kunjungan Kasti langsung menangis sejadi-jadinya bahkan berbuat apapun tanpa terkendali. Kasti masih sangat berharap bisa bersama lagi dengan suaminya. (Warih Puspita Arum)
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::