Wartawan Rembang gelar aksi tutup mulut

-- --
Aksi Kerpihatinan belasan wartawan kabupaten Rembang didepan kantor radar kudus biro Rembang

Rembang-Puluhan wartawan kabupaten Rembang dari media cetak dan elektronik kemarin  (25/8), menggelar aksi tutup mulut di depan kantor  Radar Kudus jawa pos  biro Rembang.  Aksi berjalan mundur dimulai  di depan kantor  Radar Kudus  Rembang. dengan menutup mulut bertuliskan “Radar kudus PLTU”  selama 5 menit, Mereka juga membentangkan poster bertuliskan  "nyawa teman terancam kok diam".  Dan  spanduk bertuliskan “ Radar Kudus PLTU ada apa?”

Ketua persatuan wartawan indonesia (PWI) kabupaten Rembang- Jamal A. Garhan mengatakan aksi itu sebagai aksi keprihatinan dari PWI kabupaten Rembang supaya ada kekompakan.  jika ada teman yang satu sakit yang lain ikut merasakan sakit. Sehingga dengan adanya kekompakan itu organisasi bisa menjadi kuat. 
  
Jamal menambahkan aksi berjalan mundur itu sebagai bentuk simbol kemunduran. Kenapa ada media-media yang tidak peduli terhadap nasib karyawan yang dalam kondisi susah, yang sedang terancam nyawanya.  tidak mau ikut memberitakan hal-hal seperti itu.

Selain itu aksi PWI dengan berjalan mundur menurut Jamal sebagai bentuk kemunduran informasi. Dalam artian media perlu lebih berani lebih maju melawan ketidakadilan dan melawan kesewenang-wenangan. Tetapi kok masih ada media yang diam saja.

Jamal berharap agar wartawan di kabupaten Rembang bisa kompak. Karena dengan kekompakan akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Sedangkan kalau organisasi terpecah akan mudah dipermainkan oleh pihak lain.

Aksi keprihatinan tersebut  dilatarbelakangi  dikala mayoritas wartawan  Rembang merasa prihatin terhadap nasib  rekannya yang menjadi korban kekerasan oleh oknum pekerja PLTU, ternyata masih ada media terkesan kurang serius memberikan rasa solidaritasnya.

            Sebelumnya  dalam peliputan korban kecelakaan kerja karyawan PT PJB PLTU di rumah sakit Umum daerah Dr Sutrasno Rembang baru-baru ini terjadi insiden HP milik Wisnu Aji, wartawan Radar Kudus dirampas oleh pegawai PLTU dan dihapus file – file fotonya.  Bersama itu pula  wartawan lain yang juga meliput kejadian dari radio CBFM , POP FM. Cakra TV dan Suara merdeka  juga menjadi korban Intimidasi oknum PLTU.

Atas perlakuan kasar yang dialami oleh anggota PWI Rembang, selaku ketua organisasi Jamal yang juga menjadi korban melaporkan hal tersebut ke Polres Rembang. agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Masudi/Heru )

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::