CSR PT Semen Indonesia Rambah Pendidikan Non Formal

-- --

LKP Siap Mandiri tergolong lembaga pembelajaran non formal yang maju karena pesertanya berseragam layaknya siswa sekolah umum (1)

Rembang-Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang memberikan apresiasi kepada PT Semen Indonesia (PT SI) karena diantara dana CSR juga menyasar pendidikan non formal pembelajaran kejar paket untuk warga belajar ring 1 dan 2 kawasan lokasi pabrik yang sedang dibangun di Kecamatan Gubem. 

Diharapkan BUMN manufaktur semen tersebut tak sekedar memberikan tambahan ilmu saja namun juga diimbangi dengan tak adanya diskriminasi terhadap warga belajar kejar paket yang berusia tergolong lanjut namun masih produktif agar mendapat peluang kerja pasca mereka menyelesaikan pembelajarannya, minimal disaluri bantuan pendanaan
modal supaya dapat mengembangkan usaha secara mandiri.

Total warga belajar kejar paket A, B dan C yang diampu oleh PT SI hingga tahun 2016 tercatat sebanyak 940 orang dengan nilai bantuan mencapai Rp1,64 miliar diperuntukkan membiayaai biaya operasional peserta, modul pembelajaran, honor tutor dan pengelola lembaga kesetaraan penerima bantuan. Semua dibagikan pada 5 lembaga pembelajaran kejar paket terdiri Pusat Kegiatan Belajar Masyaraat (PKBM) Ajigeneng Kecamatan Gunem, Ar-Rohman dan Kadiwono dari Desa Bulu, Bina Remaja Kecamatan Pamotan, Ngudikaweruh Kecamatan Sale dan satu Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yakni Siap Mandiri Kecamatan Gunem.

Guna mengetahui kemajuan usai menerima gelontoran dana maka belum lama ini rombongan dari PT SI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Rembangm memantau perkembangan di salah satu lembaga pembelajaran dan dipilih LKP Siap Mandiri yang berada di kawasan Desa Suntri Gunem. Pada kesempatan tersebut GM Departemen CSR PT SI Wahjudi Heru menginformasikan alokasi dana CSR untuk Kabupaten Rembang dibagikan untuk pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Sambung Wahyudi Heru menyasar empat sektor terdiri kewirausahaan, pendidikan, kesehatan dan lingkungan dimana masing-masing dipayungi dalam empat nama meliputi Semen Indonesia Cerdas, Semen Indonesia Lestari, Semen Indonesia Peduli dan Semen Indonesia Prima.

Pendidikan non formal turut dibantu karena disadari tak semua warga setempat mengenyam pendidikan resmi di sekolah, oleh karena itu perusahaannya peduli terhadap keberadaan warga belajar program kesetaraan di 5 PKBM dan 1 LKP agar meningkat pengetahuannya dan bermanfaat di tahun-tahun mendatang.

Sementara Agus Sugiyanto Kasi Pendidikan Masyarakat selaku wakil dari Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang  yang tergabung dalam rombongan mengatakan di luat total 940 orang warga belajar kejar paket yang terdaftar dalam lima PKBM dan satu LKP tersebut masih  cukup  banyak penduduk di  Kecamatan Gunem yang  belum mengikuti pendidikan kesetaraan.  Sehingga diinginkan pihak ketiga selain PT SI menaruh kepedulian dan ikut berperan menyalurkan CSR untuk program pendidikan non formal.

Agus Sugiyanto sampaikan pendanaan pembelajaran pendidikan non formal melalui kejar paket memang berbiaya cukup tinggi, namun animo warga untuk mendaftar terus meningkat setiap tahun, hal ini disebabkan peluang kerja yang ada mensyaratakan minimal membutuhkan lulusan SMA sederajat. Jika hanya mengandalkan bantuan dana dari pemerintah saja mustahil penuntasan pendidikan kesetaraan bagi warga putus sekolah bisa selesai.

Ditambahkan sebab kuota yang diberikan oleh pemerintah untuk pendidikan kesetaraan tergolong minim, padahal kini paradigma pembelajaran kejar paket sudah jauh lebih maju diantaranya mengajarkan berbagai kemampuan ketrampilan dan kewirausaan pada peserta. Dimintanya PKBM dan LKP yang berada di kawasan ring I dan II pabrik semen di Gunem supaya aktif turun ke lapangan guna memanfaatkan peluang melakukan perekrutan warga untuk dijadikan peserta pembelajaran, mengingat kini pembiayaan telah ada yang mengcover.

Terpisah, Abdul Rosyid salah seorang warga belajar LKP Siap Mandiri asal Desa Sidomulyo Gunem mengatakan, dia yang ikut pendidikan kesetaraan Paket C merasa terbantu dengan diberikannya materi kewirausahaan oleh tutor tempanta menuntut ilmu. Membutanya mampu mengembangkan pemasaran usaha  kerajinan tas yang telah dikembangkan kurun setahun belakangan. ( heru budi s )

Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::