Drongkrak Wisata Bahari, Dinlutkan Seleksi Duta Bahari

-- --
Calon peserta Putra-Putri Bahari sedang melakukan pendaftaran sebagai Duta Bahari


Rembang-Sebagai wujud keseriusan pemerintah Kabupaten Rembang, dalam mengembangkan potensi wisata bahari atau wisata laut, Rabu pagi (21/9) Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang menyelenggarakan seleksi calon duta bahari. 

     Seleksi yang digelar di sanggar budaya kompleks museum Kartini tersebut, diikuti puluhan peserta putra-putri terbaik Rembang. Bagi peserta yang terpilih, digadang mampu mengembangkan serta memasarkan potensi wisata beserta sumber daya kelautan dan perikanan.

  Ketua panitia seleksi putra-putri bahari Handito Aji Prasetya kepada reporter CB FM menjelaskan, peserta akan mengiikuti beberapa tes seleksi, diantara administrasi, kemaritiman, tanya jawab, tes talenta dengan menampilkan kemampuan yang dimiliki. Selain itu, calon Duta Bahari dituntut mampu berenang untuk bisa lolos seleksi.

      Handito menambahkan, peserta juga dituntut untuk menampilkan karya tulis seperti makalah yang akan dipresentasikan dihadapan dewan juri. Mengenai tema karya tulis, peserta diperkenankan memilih potensi wisata bahari yang ada di Kabupaten Rembang. Mengenai persyaratan, ia menyebut peserta diharus putra -putri asli Rembang.

     Terpilihnya Duta Bahari diharap menjadi agen perubahan maritim yang ada di Kabupaten Rembang, meliputi potensi pariwisata, sumberdaya kelautan dan perikanan yang selama ini masih belum dapat dimaksimalkan sebagai wisata bahari di Kabupaten Rembang.

      Salah satu peserta putra-putri bahari asal Kabupaten Rembang, Afaf Muniroh Atit mengaku dirinya tertarik untuk mengikuti kegiatan bahari atau kemaritiman. Selain itu, Afaf mengaku jika mempunyai latar belakang pendidikan Kelautan dan Perikanan. Mahasiswi semester akhir Universitas Diponegoro Semarang ini juga mengaku tertarik untuk ikut  serta membantu pemerintah dalam meningkatkan potensi wisata bahari di Kabupaten Rembang.

        Ia juga berpendapat, jika sudah waktunya  nelayan di Kabupaten Rembang untuk mulai meninggalkan alat tangkap cantrang yang konon dapat merusak ekositem laut, dan beralih menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Ia juga mengajak, kepada masyarakat Kabupaten Rembang untuk menjadikan laut sebagai halaman depan bukan malah sebaliknya.(  Asmui )

Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::