Kembangkan tanaman semangka di musim kemarau

-- --
 Safii di lahan semangka miliknya 

Sedan-Di musim kemarau seperti saat ini petani di tuntut berpikr inovatif dalam mengembangkan tanaman, petani harus pandai memilih jenis tanaman untuk menghindari gagal panen akibat kurangnya air, seperti yang di lakukan Safii petani asal desa Mojosari kecamatan Sedan yang mengembangkan jenis semangka black orange.

Safii mengatakan, untuk mengulang sukses di tahun sebelumnya pada tahun ini mengembangkan tanaman semangka seluas satu hektar dengan menggunakan sistem irigasi tetes yang sangat cocok dan efisien Sistem irigasi tetes cepat dan mudah dirakit.

Komponen utamanya adalah pipa paralon dengan dua ukuran yang berbeda.  berdiameter lebih besar digunakan sebagai pipa utama, sementara yang lebih kecil digunakan sebagai pipa tetes. Pipa utama berfungsi sebagai pembagi air ke setiap pipa tetes. Pada pipa tetes diberi lubang-lubang untuk meneteskan air ke setiap tanaman dengan jarak sesuai jarak tanam.

Untuk mengalirkan air dari sumbernya diperlukan pompa air, yang dilengkapi kran dan saringan air ke pipa utama, serta pipa konektor untuk sambungan, manfaatnya selain pengairannya merata, teknik ini juga bisa menghemat pemakaian air dan menghemat tenaga kerja.

Untuk luas satu hekar hanya membutuhkan satu tenaga kerja dengan masa kerja hanya tiga jam untuk menyiram tanaman seluas satu hekar,prinsip dasar irigasi tetes adalah memompa air dan mengalirkannya ke tanaman dengan perantaraan pipa-pipa yang dibocorkan tergantung jarak tanam, penyiraman dengan sistem ini biasanya dilakukan dua kali sehari pagi dan petang selama 10 menit.

Sistem tekanan air rendah ini ‘menyampaikan’ air secara lambat dan akurat pada akar-akar tanaman, tetes demi tetes. Keuntungan sistem ini, diantaranya sedikit menggunakan air, air tidak terbuang percuma, dan penguapan bisa diminimalisir.

Safii menambahkan, benih tanaman semangka yang di tanam baru berusia 15 hari, dengan tumbuh kembang yang cukup baik, karena di dukung musim dan irigasi tetes yang memang cocok di terapkan pada tanaman semangka pada saat musim kemarau  saat ini, untuk menanam satu hektar menghabiskan 15 bungkus benih semangka dengan isi 500 biji seharga 135 ribu perbungkus dengan biaya produksi mulai dari pengolahan lahan sampai dengan panen menghabiskan 16 juta rupiah, hanya membutuhkan 60 hari semangka bisa di panen,

Bila saat panen nanti harga perkilo 2 ribu rupiah petani sudah mempuyai penghasilan sekitar 70 juta, di pilihnya tanaman semangka masa panen singkat dibandingkan tanam padi, hasil bisa di andalkan bila mengikuti aturan yang telah di tentukan. ( heri sugiharto )

Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::