Menikah Mbedol Lebih Banyak Dipilih Catin

-- --
Salah satu pasangan melaksanakan pernikahan bedol di luar  kantor

pasangan pengantin melangsungkan pernikahan di kantor urusan agama kaliori 

Pamotan  - Meskipun harus mengeluarkan biaya sebesar Rp.600 ribu, namun menikah mbedol masih menjadi pilihan para catin (calon pengantin) ketimbang menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) yang bisa dilakukan dengan cuma-cuma.

Berdasarkan catatan di Kantor Urusan Agama kecamatan Pamotan pada periode Januari  sampai dengan  September 2016 Kantor Urusan Agama setempat melaksanakan pelayanan pernikahan di luar kantor atau mbedol sebanyak 269 pernikahan, sedangkan pelayanan pernikahan yang dilaksanakan di kantor hanya 125 pernikahan.

Kepala KUA kecamatan Pamotan Subkhan mengatakan, terkait pelaksanaan pernikahan mutlak menjadi pilihan catin. Sejauh ini memang kebanyakan catin memilih menikah di luar kantor dengan alasan karena orang jawa masih kental dengan kepercayaan perhitungan jawa terkait waktu yang tepat untuk melaksanakan pernikahan sepasang mempelai. Jika dilaksanakan di luar kantor catin bisa menentukan waktunya, sedangkan kalau menikah di kantor catin harus mengantri dan menyesuaikan waktu dari petugas KUA. 

Subkhan menambahkan, Baik menikah di kantor maupun mbedol pada dasarnya sama, yakni sama-sama gratis. Untuk layanan pernikahan di kantor tidak dipungut biaya sama sekali baik bagi keluarga miskin maupun kaya. Namun untuk layanan pernikahan luar kantor atau mbedol catin (calon pengantin) dikenai biaya sebesar Rp.600 ribu itu pun bukan untuk biaya administrasi pencatatan pernikahan melainkan sebagai uang ganti transport penghulu. 

Pembayaran biaya tersebut juga harus ditransfer sendiri oleh catin ke rekening kemenag melalui bank yang ditentukan sesuai dengan PP nomor 48 Tahun 2014 tentang biaya nikah dan rujuk. 

Salah satu calon pengantin pria yang mendaftar menikah di luar kantor, Mulat Riasnan mengatakan, ia yang baru saja melaksanakan pernikahan memilih mbedol lantaran lebih praktis. Kalau menikah di kantor nanti harus memikirkan bagaimana mengangkut orang-orang yang harus ikut serta. Hal penting lainnya yang membuatnya memilih mbedol adalah agar kerabat, sanak saudara, dan para rekan bisa turut menyaksikan prosesi ijab qobul. 

Sementara itu Jumlah pasangan pengantin yang melangsungkan pernikahan di wilayah kecamatan Kaliori mengalami peningkatan.Di bulan September ini  mencapai 70 pasangan lebih. Dibandingkan bulan sebeluamnya hanya sekitar 20 an pasangan  pengantin.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Kaliori- Sunarto Cholil mengatakan meningkatnya jumlah pasangan pengantin yang melangsungkan pernikahan bulan ini menurut tradisi orang jawa bulan besar dipercaya memberikan keberuntungan  dan rejeki kepada pasangan yang akan melangsungkan pernikahan . dan adanya anggapan bulan Suro yang jatuh pada bulan Oktober dan tahun dudo yang dimulai bulan Oktober juga sebagai perhitungan tidak boleh mantu bagi orang Jawa. 

Sunarto Cholil menambahkan karena meningkatkan jumlah pasangan yang dinikahkan dengan dua petugas dalam 1 jam yang sama  bisa menikahkan 8 pasangan. Dimana  1 petugas menikahkan 4 pasangan pengantin .

Untuk menghindari anggapan bulan Suro dan tahun dudo menurut Sunarto pihaknya telah memberi arahan bahwa takdir baik dan buruk berasal dari kehendak Allah SWT bukan karena sesuatu seperti hitungan bulan dan tahun.

Secara terpisah, salah satu pemerhati budaya Jawa- Jontro mengungkapkan orang jawa masih percaya bahwa  pernikahan di tahun dudo akan mendapat balak (cobaan) yang tidak disangka sangka. (Warih / Masudi )
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::