Murid SD Mogok Sekolah, Oknum Kepala Sekolah Tak Transparan

-- --
Adanya aksi mogok belajar siswa membuat aktifitas di SD Negeri Padaran lengang

Rembang-Seluruh siswa SD Negeri Desa Padaran Kecamatan Rembang, Senin pagi (26/9) melakukan aksi mogok belajar. Hal itu terpaksa dilakukan, lantaran orang tua mereka merasa kesal dengan oknum kepala sekolah, yang dinilai banyak mengeluarkan kebijakan yang memberatkan walimurid.

Wakil ketua komite sekolah SD Negeri Padaran, Soka menjelaskan, jika oknum kepala sekolah tersebut tidak pernah mengadakan musyawarah setiap ada keputusan yang akan di ambil secara bersama dengan komite. Diantara kebijakan yang dianggap memberatkan yaitu, pemotongan dana BSM, yang semula sudah disepakati oleh wali murid 25 ribu, ternyata, siswa hanya menerima 400 ribu dari total yang diterima  450 ribu.

Selain itu, pengadaan seragam sekolah yang dinilai kontroversial, lantaran siswa diwajibkan membeli seragam dua kali dalam setahun. Setiap membeli seragam, orang tua diwajibkan membayar 600 ribu. Kekesalan warga memuncak, saat pengadaan daging kurban sebagai pengganti hewan kurban, pada idul adha tahun 2016 tahun ini. 

Dimana siswa diwajibkan membayar 35 ribu untuk mendapatkan jatah, satu bungkus daging kurban. Yang dipermasalahkan oleh warga, satu bungkus daging kurban dihargai 30 ribu. Wargapun mempertanyakan kemana sisa uang lima ribu, yang dikumpulkan dari total 135 siswa yang ada.

Salah seorang guru agama, Moch Amin menjelskan jika setiap kebijakan yang diambil oleh kepala sekolah tanpa diketahui oleh para guru. Ia menganggap, oknum kepala sekolah dinilai tkurang transparan terhadap setiap kebijakan yang berkaitan tentang finansial. 

  Amin berharap, kepala UPT Dinas pendidikan Kecamatan Rembang segera mengambil tindakan sebelum, para siswa dipindahkan oleh para orang tua ke sekolah yang ada disekitar Desa Padaran.

Sementara itu saat dikonfirmasi Hj Suci Iriani Henrawati sebagai kepada sekolah SD Negeri Desa Padaran sedang tidak masuk kerja bersamaan dengan aksi mogok belajar yang dilakukan oleh para siswa. Menurut keterangan, beberapa guru, yang bersangkutan sedang berada di luar kota Rembang.

Tuntututan para orang tua yang anaknya bersekolah di SD tersebut, agar yang bersangkutan segera dipindahkan dari SD Padaran. Warga mengancam, akan menggelar aksi mogok berlangsung hingga sepekan. Jika tuntuan tidak dipenuhi, mereka akan memindahkan anaknya untuk bersekolah di SD yang ada di sekitar Desa tersebut.( asmui )
Reaksi: 

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::