Ramini Ingin Ilmu Membatik Tak Sekedar Dilombakan

-- --
Regenerasi pembatik mendesak dilakukan karena didominasi pekerja berusia lanjut

Pancur-Meski tak mengenal baca-tulis bahkan mengenyam pendidikan formal namun Ramini (51) warga RT 5-RW 1 Desa Jeruk Kecamatan Pancur tetap bersyukur dalam menjalani hidup karena memiliki keahlian membatik. Wanita yang belajar memegang canthing secara otodidak itu berharap regenerasi pembatik diperhatikan serius dan ilmu membatik yang diajarkan di sekolah tak sebatas dilombakan saja.

Ditemui belum lama ini Ramini mengatakan, awal mula mengenal batik ketika berusia tujuh tahun, belajar memegang canthing dan memberikan isian pola kain batik yang sedang dikerjakan orang tuanya manakala mereka sedang beristirahat. Kemampuan membatiknya dipelajari secara kasat mata melihat dari dekat saat orang tuanya tengah bekerja.

Sambung Ramini setelah dirasa mampu maka orang tuanya ikut melibatkannya dalam membatik mulai dari membuat pola, memberikan isian dan pewarnaan yang dikerjakan sendiri olehnya. Seiring bergulirnya tahun kemampuan terus meningkat dan berkat keuletannya pulalah menghantarkan dirinya menjadi pemberitaan sejumlah media, hingga membuat Institut Plurarisme Indonesia (IPI), salah satu lembaga nirlaba yang peduli pelestarian budaya meliriknya dan mengajak bekerja sama.

Menurut Ramini, kerja sama dengan IPI dimulai sejak tahun 2006 dan sesuai dengan arahan dari lembaga tersebut maka dibentuk kelompok usaha bersama (KUBE) dan dinamai Srikandi karena anggotanya adalah wanita semua. Satu hal yang membanggakan yakni meski tanpa berbekal pendidikan formal namun mampu menularkan keahliannya membatik di beberapa daerah di tanah air, oleh IPI diberangkatkan memberikan pelatihan membatik kepada ibu-ibu rumah tangga di Palembang, siswa sekolah di Medan dan warga usia lanjut di Nusa tengara Timur (NTT).

Ramini sangat bersyukur karena dari pengetahuan membatik yang dipelajari dari orang tuanya membuatnya beberapa kali bepergian ke beberapa daerah untuk menularkan ilmu yang dikuasinya. Prinsip yang dipegang yaitu jika seseorang memiliki kelebihan dan bisa ditularkan kepada orang lain, maka itu menjadi amalan baik selama hidupnya.

Ramini berharap regenerasi pembatik diperhatikan serius karena didominasi pekerja berusia lanjut dan pertumbuhan pekerja usia muda sangat minim. Untuk itu pembelajaran membatik di sekolah-sekolah diinginkan tak berhenti sebatas dilombakan namun berkesinambungan agar generasi muda sekarang turut berkecimpung dalam industri batik demi eksitensinya di masa mendatang sekaligus menjadi sarana untuk mencari nafkah.

Terpisah Kepala Sekolah SDN Jeruk Ali Ridho mengamini harapan Ramini, termasuk telah berupaya memprogramkan pelatihan membatik di sekolahnya. Kegiatan diikuti siswa kelas 4 hingga 6 dalam ekstra kurikuler dimana diantara hasil karya siswa sudah laku dijual
dipasaran.. ( heru budi s )


Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::