Tradisi Lokal Pasti Diberi Tempat

-- --


Bupati dan Wakil Bupati terima cindera mata hasil kerajinan wayang kulit produk Sulasmin warga Desa Sendangasri Lasem

Rembang-Tak hanya yang masih eksis saja, seni dan budaya termasuk tradisi lokal yang hampir punah juga turut diperhatikn oleh Pemkab Rembang. Salah satunya yakni wayang purwa gagrag pesisiran laseman yng kembali ditampilkan dari mati suri lebih dari 20 tahun.

            Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Wakil Bupati Bayu Andriyanto berjanji akan memberikan tempat untuk seni dan budaya khas daerah setempat guna memperkaya tradisi lokal selama era kepemimpinannya. Hal ini disampaikan kala menerima kedatangan rombongan perwakilan warga Desa Sendangasri Kecamatan Lasem seusai jumpa pers di salah satu kantin belakang Gedung Setda Rembang.

            Bupati Abdul Hafidz contohkan Pemkab Rembang komitmen melestarikan seni dan budaya lokal seperti halnya telah ditunjukkan pada peringatan hari jadi tahun ini di alun-alun setempat. Ditampilkan pathol khas Kecamatan Sarang dan menggelar bursa makan gratis kuliner khas Rembang yakni lontong tuyuhan, dengan maksud sebagai upaya uri-uri agar tetap eksis.

            Lanjut Bupati Abdul Hafidz terkait keinginan pelestarian wayang purwa gagrag pesisiran laseman tentu pihaknya mendukung sepenenuhnya, dan akan dijadwalkan rutin penampilannya. Disilahkan berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat yang mempunyai program sosialisasi peraturan-peraturan daerah terbaru melalui wahana pementasan wayang kulit di tiap kecamatan, memugkinkan untuk ditampilkannya gagrag pesisiran laseman di beberapa sesi. 

            Sementara Wakil Bupati Bayu Andriyanto menyatakan hal sama siap memfasilitasi penampilan salah satu tradisi khas Rembang yang hampir punah itu. Terlebih sudah menyatakan bahwa sektor pariwisata akan digenjot sebagai ‘Panglima APBD’ tentu unsur-unsur pendukungnya juga harus mendapat perhatian lebih.

            Sesepuh Desa Sendangasri yang juga dalang wayang gagrag pesisiran laseman Ki Kartono saat menyerahkan kerajinan wayang kulit karya warganya serta memberikan karya tulisanya mengupas gagrag pesisiran laseman kepada Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan harapan supaya Pemkab Rembang menaruh kepedulian agar tradisi lokal ini tak punah sejak terakhir dimainkan tahun1993 dan baru ditampilkan kembali pada 29 Agustus tahun ini. (heru budi s )


Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::