Dua Wartawan Cabut Laporan, Tak Menghentikan Kasus PLTU

-- --
Wartawan Radio POP saat menjalani pemeriksaan di Unit IV oleh Kanit Reskrim Polres Rembang Ansory
Rembang cbfmrembang.com, Meski dua orang wartawan di Rembang mencabut berita acara pemeriksaan (BAP), hal tersebut tidak menghentikan niatan 4 pewarta lain, untuk meneruskan kasus kekerasan terhadap wartawan yang diduga dilakukan oleh oknum pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke.

Sebelumnya, dua wartawan yang mencabut BAP diantaranya Wisnu Aji, wartawan Jawa Pos Radar Kudus yang dirampas hand phonenya saat melakukan pengambilan gambar, dan Heru Budi Santoso wartawan radio Citra Bahari CB FM. Dari hasil klarifikasi yang dilakukan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang, Djamal A. Garhan, Wisnu Aji beralasan, aanya arahan dari perusahaan tempatnya bekerja.

sedangkan Heru Budi Santoso berdasarkan informasi yang pernah dilontarkan merasa kecewa kepada oknum PWI, punya hajatpernikahan, justru masih mengundang pihak PLTU Sluke. Bagi Heru hal itu dianggap kurang pantas, seiring permasalahan yang membelit wartawan dan PLTU.

Kasus tersebut, sejauh ini masih tetap berjalan prosesnya dikepolisian, hingga hari ini masih ada 4 wartawan yang bertekad membawa kejadian tersebut ke ranah hukum. Diantaranya, Djamal A. Garhan wartawan Suara Merdeka, Sarman Wibowo wartawan Cakra Semarang TV, Dicky Prasetyo Wartawan Radio POP FM dan Suparjan dari Bhayangkara Perdana.

Pada hari Sabtu (15 Oktober 2016) wartawan Radio POP FM Dicky Prasetyo, kembali menjalani pemeriksaan di ruang Unit IV Satreskrim. Selama 1,5 jam Dicky memberikan keterangan dengan menjawab 10 pertanyaan.

Usai menjalani pemeriksaan, Dicky menyatakan penyidik sifatnya mendalami, seputar peristiwa perampasan HP dan intimidasi sejumlah orang terhadap wartawan, sampai muncul suara teriakan bunuh dan keroyok. Pada 18 Agustus 2016,4 orang wartawan sedang melakukan peliputan korban kecelakaan kerja PLTU saat menjalani perawatan di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, yang belakangan diketahu meninggal dunia 2 orang.

Dicky mengungkapkan meski rekan seprofesinya mencabut BAP, ia berpendapat itu hak mereka. Ia pribadi tidak akan tergoda untuk mencabut kesaksian, mengingat sudah menjadi garis keputusan PWI. Dengan membawa kasus ini ke jalur hukum, menjadi cara sederhana, untuk semua kalangan memahami profesi seorang wartawan,yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat dan dilindungi Undang – Undang.

Ketua PWI Kab. Rembang, Djamal A. Garhan menyatakan pencabutan BAP oleh Wisnu Aji dan Heru Budi Santoso tidak akan menghentikan kasus. Ia menilai tindakan oknum pekerja PLTU bukanlah delik aduan. Ia menambahkan, meski semua wartawan mencabut semua laporan, sudah seharusnya polisi tetap memproses kasus tersebut.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Rembang, Iptu Ibnu Suka menjelaskan pihaknya masih butuh tambahan keterangan saksi, sebagai bagian pendalaman. Nantinya penyidik akan melakukan gelar perkara, guna memperjelas kasus dan apakah layak dinaikkan ke tahap penyidikan, sekaligus penetapan tersangka. Ibnu yang kebetulan baru sepekan lebih menjabat sebagai Kasat Reskrim, belum bisa menyampaikan secara rinci penanganan kasus tersebut. (Mufti Affandi).
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 9205350548982226182

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::